-->
  • Label

    Copyright © Pos Kota NTB
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kenalkan Hang Pocket Program Kreatif SMPN 3 Ampenan Dukung Zero waste

    , Wednesday, February 26, 2020 WIB Last Updated 2020-02-26T13:25:32Z

    Suherman Kepala SMPN 3 Mataram membuat program Hang Pocket dimana siswa mengumpulkan sampah di lingkungan sekolah. Sampah yang terkumpul selanjutnya di jual ke pengepul
    Mataram (postkotantb.com) - Menjaga kebersihan menjadi tanggung jawab semua orang. Memberikan pemahaman pentingnya menjaga kebersihan sejak dini harus di sosialisasikan secara masif. SMPN 3 Mataram menjadi salah satu sekolah yang mulai memberikan pemahaman pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terutama lingkungan sekolah. Tidak hanya sekedar memungut sampah, tetapi siswa juga di ajarkan cara memilah sampah plastik dan organik.

    Melalui program Hang Pocket siswa yang mengumpulkan sampah di berikan reward dari pihak sekolah. Kepala SMPN 3 Ampenan Suherman S.Pd. M.Pd menuturkan sekolah yang dipimpinnya  gencar mengadakan Kantong Plastik Gantung ( Hang Pocket ) di setiap kelas setiap hari.

    Lanjut Suherman, pihak sekolah menggantungkan kantong plastik di masing  masing kelas agar siswa sebelum masuk kelas harus memungut sampah di halaman maupun di dalam kelas.

    Apabila kantong plastik sudah penuh, maka setiap siswa terlebih dahulu memisahkan plastik dengan kertas. Kantong plastik yang sudah penuh masing masing kelas akan menimbangnya dan langsung dibayar dalam bentuk rupiah.


    Uang dari hasil mengumpukan sampah tersebut digunakan untuk kegiatan masing masing kelas, seperti mengecat tembok, membeli sapu dan membeli tas plastik lagi dengan tujuan agar sampah tidak ada lagi di setiap sudut atau dalam lingkungan sekolah. Sehingga proses belajar mengajar berlangsung dalam suasana bersih dan adem tanpa ada lagi pemandangan sampah.

    "Sampah yang sudah terkumpul, selanjutnya kami segera  menelpon rekanan pengepul dan langsung ditimbang, dan hasil penjualan itulah menjadi hak dari masing masing kelas, bebernya.

    Dari hasil penjualan sampah tersebut, maka setiap hari Senin di bagikan ke setiap kelas namun jumlahnya bervariasi sesuai  berat sampah masing maaing kelas.

    "Nanti setiap kelas akan mendapatkan hasil pembayaran dari sampah yang di kumpulkan, yang di dapatkan juga bervariasi tergantung berat dan jumlah sampah yang di kumpulkan," ujarnya.

    Suherman mengatakan program tersebut akan terus di galakkan selain memberikan edukasi menjaga kebersihan juga membuat lingkungan sekolah menjadi bersih dan proses belajar mengajar juga akan semakin nyaman.(IDR )
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini