Tingkat Ketersediaan Pangan Di Lombok Tengah Aman

Tingkat Ketersediaan Pangan Di Lombok Tengah Aman

, Sunday, April 12, 2020 WIB Last Updated 2020-04-12T13:38:59Z

Lombok Tengah (postkotantb.com)- Serangan hama penyakit pada sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Tengah di musim panen Tahun ini, dikaitkan dengan luas lahan, tidak terlalu berdampak pada ketersediaan pangan.

Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Lombok Tengah, Lalu Iskandar, SP. MM, Kamis (09/04) kemarin.

Ia mengaku, pengaruh serangan organisme hama penyakit sangat kecil terhadap peningkatan hasil produksi padi.

Ia memaparkan, berdasarkan data estimasi ketersediaan pangan, terhitung periode tanam dari Bulan Oktober 2019 sampai dengan Maret 2020, target luas tanam padi berjumlah 71.907 Ha. Dari luas tersebut, diperkirakan produksi Gabah Kering Panen (GKP) sekitar 329.826 ton.

Apabila jumlah total GKP dikonversikan ke beras, maka menghasilkan 202.018 ton beras.

Kemudian dikaitkan dengan tingkat konsumsi masyarakat kabupaten ini yang berjumlah 1,1 juta jiwa, dengan rata-rata konsumsi 120 Kg perorang-pertahun, total kebutuhan masyarakat 135.234 ton beras.

"Sehingga kalau kita kaitkan antara jumlah kebutuhan dan jumlah produksi, diperkirakan kita masih memiliki cadangan sebesar 67.000 ton beras. Jumlah ini saya katakan sangat cukup untuk kebutuhan masyarakat."paparnya.

Hal demikian juga telah diakui oleh Menteri Pertanian (Menpan), melalui telekonfrens bersama seluruh kepala daerah.

Dalam telekonfrens itu, Menpan mengakui, stock pangan yang tersedia, cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat untuk beberapa periode.

"Jadi serangan hama di Praya Timur, tidak terlalu berpengaruh dengan stock pangan kita,"imbuhnya.

Ia mengingatkan para petani, di tengah kondisi Darurat Pandemi Virus Corona (Covid 19), agar tidak menjual seluruh hasil panen gabah di tahun ini. Mengingat kondisi demikian telah berpengaruh terhadap kondusifitas ekonomi, Khususnya di Kabupaten tersebut.

"Selama masa karantina pandemi Covid 19 ini, masyarakat tidak menjual total hasil panennya,"imbauanya. (rin)
Komentar

Tampilkan

Terkini