Pasar Mandalika Mulai di Tata Sesuai Protokol Covid-19

, Wednesday, May 06, 2020 WIB Last Updated 2020-05-06T14:55:06Z
Pasar Mandalika Bertais menjadi role model pasar yang sesuai dengan protokol covid-19

Mataram (postkotantb.com)- Pasar tradisional Mandalika menjadi role model pasar di NTB sesuai SOP protokol pencegahan Covid-19. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati yang meninjau langsung penataan lapak pasar tersebut, Rabu (6/5/).

Dr. Zul menghimbau pedagang agar tetap mengikuti himbauan pemerintah untuk menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, dalam pencegahan pandemi Covid-19.

Ie menegaskan kegiatan ekonomi masyarakat tidak boleh lumpuh, sehingga pasar sebagai salah satu tempat berlangsungnya aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menjadi tempat berkumpulnya orang banyak harus ditata.

"Jangan lupa pakai masker ibu," kata Gubernur mengingatkan kepada salah satu pedagang.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si., menjelaskan, lapak pasar berjarak fungsinya memberikan ruang dan jarak aman kepada pedagang dan pembeli ditengah wabah Covid-19.

Menurutnya, pasar merupakan tempat vital yang riskan. Banyak orang berkerumun untuk membeli kebutuhan pokok, apalagi di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, tata cara berdagang dan berbelanja di pasar harus diperketat.

"Pengaturan lapak dengan jarak 1-2 meter ini, upaya pemerintah dalam menjaga masyarakatnya dari penyebaran pandemi Covid-19,"kata Fathurrahman.

Selanjutnya secara teknis ada tim yang telah dibentuk antara Pemkot Mataram dan Provinsi NTB yang terdiri dari Satpol PP dan petugas dari Dinas Perhubungan yang akan menata dan menjaga lokasi lapak ini.

Namun diakuinya, rata-rata omzet penjualan pedagang pasar berkurang, seiring berkurangnya pembeli yang mengunjungi pasar. Akan tetapi dinas perdagangan mengantisipasinya dengan menyediakan fasilitas layanan pasar tradisional online.

Sistem ini membantu pedagang dan pembeli untuk tetap bisa melakukan transaksi jual beli secara virtual, sehingga transaksi ekonomi tetap bisa dilakukan sambil kita tetap disiplin melakukan physical distancing. Ia juga memastikan bahwa layanan ini dapat diakses dengan mudah serta dengan harga yang terjangkau.

"Harga murah dan diantar langsung kerumah pembeli," kata Fathurrahman.

Secara bertahap, konsep lapak berjarak ini akan terus diterapkan pada sejumlah pasar tradisional di NTB, dalam upaya terus memutus mata rantai penyebaran Covid-19.(RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini