-->

Jumlah Pasien Covid-19 Meninggal Meningkat, Wagub: Sebagian Besar Karena Penyakit Bawaan

, Wednesday, June 17, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T02:04:31Z
Wagub NTB ingatkan masyarakat untuk lebih disiplin lagi menerapkan protokol covid-19 menyusul meningkat nya angka kematian pasien covid-19
Mataram (postkotantb.com)- Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengajak dan mengingatkan seluruh masyarakat agar lebih disiplin dan terus membangun kesadaran kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan secara tertib, bahkan harus dijadikan sebagai pola hidup baru. Sehingga dapat memperkecil kemungkinan terpapar Covid 19.

Warning tersebut disampaikan Wagub menyusul meningkatnya angka kasus kematian pada pasien Covid 19 di NTB dalam waktu belakangan ini. Berdasarkan update data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi NTB yang dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Nurhandini Eka Dewi, bahwa hingga Selasa (16/6-2020) tercatat 41 orang pasien Covid 19 meninggal dunia.

Dari kasus kematian tersebut, sebanyak 26 orang pasien Covid 19 yang meninggal karena memiliki komplikasi dengan penyakit penyerta lain (komorbid), seperti diabet, jantung coroner, kanker dll.

Sedangkan 13 orang meninggal tanpa komorbid dan 2 orang belum diketahui jenis penyakit penyerta lainnya. Angka kematian terbanyak terjadi di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat

Menyikapi adanya kasus kematian pasien positif Covid 19 tanpa komorbid tersebut, Rohmi sekali lagi menekankan agar masyarakat tidak lengah.

"Jangan pernah anggap remeh atau enteng wabah Covid 19 ini. Apalagi telah terjadi transmisi lokal dan adanya kematian murni tanpa komorbid. Ini perlu menjadi perhatian bersama," tegasnya saat memimpin rapat evaluasi update penanganan Covid 19 bersama sejumlah Tim Kesehatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dalam rapat di Ruang Anggrek, Kantor Gubernur NTB (16/6).

Rohmi mengajak seluruh jajarannya untuk melakukan desiminasi dan edukasi lebih masif kepada masyarakat dari kota hingga ke tingkat desa dan dusun. Agar semua masyarakat bisa memahami dan menerapkan protokol kesehatan secara benar untuk menghindari penularan lebih luas, pintanya.

"Para kader posyandu juga perlu dibekali keterampilan dan  pemahaman yang utuh terkait teknis protokol kesehatan, termasuk memahami pelaksanaan isolasi mandiri, dan bisa ikut aktif mengedukasi masyarakat di lingkungannya. Sehingga masyarakat benar benar bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Menurut Wagub, pola edukasi perlu dilakukan dengan pendekatan pendekatan yang benar, agar tidak menimbulkan kepanikan atau paranoid ditengah masyarakat.

"Tetapi dengan edukasi dan komunikasi yang baik diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sesuai standar kesehatan, " pungkasnya.(RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini