-->

Keluhan Petani Gabah dan Tembakau Belum Terakomodir

, Tuesday, October 06, 2020 WIB Last Updated 2020-10-06T14:25:32Z

 

Silaturahmi: kegiatan SADAR dihadiri Tokoh Masyarakat dan perwakilan petani di Dusun Kutimba Satu, Desa Bunder, Kecamatan Praya Barat, Sabtu (3/10)

Lombok Tengah, postkotantb.com- Paslon bupati dan wakil bupati Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) jalur Independen, Saswadi-Dahrun (SADAR) kembali bersilaturahmi di Dusun Kutimba Satu, Desa Bunder, Kecamatan Praya Barat. Silaturahmi yang terlaksana, Sabtu (3/10), dihadiri oleh belasan tokoh masyarakat dan perwakilan para petani.


Dalam sambutannya, Calon Bupati Loteng, H.L. Saswadi mengatakan, kegiatan silaturahmi tersebut menjembatani dirinya untuk mendengar aspirasi masyarakat terutama dari para petani di daerah itu. 


Menurutnya, kondisi para petani masih terkendala minimnya ketersediaan air untuk mengairi areal persawahan. Hal demikian, menunjukan, masih banyak persoalan yang belum terakomodir dan terselesaikan. 


Padahal potensi pertanian di desa itu, menjadi bagian untuk mengisi ketahanan pangan di daerah Loteng. Apabila mampu dikelola maksimal, tentu tidak hanya berdampak pada pemerintah. Kondisi ekonomi para petani akan sejahtera, karena dapat memanen gabah, dua hingga tiga kali masa panen.


"Sangat disayangkan, lahan luas di dusun ini sebenarnya sangat bermanfaat,"singgung Saswadi.


Lanjut dia, kebutuhan air dapat dimaksimalkan, apabila di lahan persawahan dibangun saluran irigasi teknis agar dapat dimanfaatkan sebagai solusi memenuhi volume kebutuhan pertanian. 


Soal tembakau, jelas Saswadi, Pasangan SADAR menyorot ke harga penjualan daun tembakau yang telah dikeringkan. Pasalnya, sejauh ini, harga tembakau kerap menjadi sasaran pengusaha. Setelah produksi, petani merasa dirugikan, disebabkan harga yang tidak sesuai dengan kualitas tembakau kering.


Apabila menang dan resmi dilantik, Pasangan SADAR berkomitmen, akan segera melakukan koordinasi ke pemerintah daerah provinsi NTB dan mengundang sejumlah pengusaha demi membahas masalah harga dengan para pengusaha rokok tersebut. 


"Ini tugas pemerintah, harus mensejahterakan petani."tegasnya.


Selain itu, pihaknya mengupayakan pelatihan kepada petani agar mampu membentuk dan memproduksi tembakau yang telah dipanen, untuk dipasarkan keluar daerah. Hal tersebut, dinilai mampu membantu menambah income para petani tembakau. 


Sebab, selama ini, para petani hanya menjual daun tembakau kering. Untuk pembeli, Pasangan SADAR berserta pemerintah Provinsi NTB, bersinergi mengajak pengusaha rokok di daerah seputaran Jawa, agar memasarkan rokok yang dioroduksi tersebut.


"Kedepan, petani mampu memproduksi rokok secara mandiri,"tandasnya.


Kegiatan silaturahmi, kemudian dilanjutkan dengan dialog terbuka dan ditutup dengan deklarasi dukungan ke Pasangan SADAR serta doa bersama. (rin)




Komentar

Tampilkan

Terkini