-->
  • Label

    Copyright © Pos Kota NTB
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Lima Kader Golkar Absen, Staf Ahli Diberhentikan

    , Thursday, October 22, 2020 WIB Last Updated 2020-10-23T04:29:24Z

    Ketua DPD I Partai Golkar Prov. NTB, HM. Suhaeli FT. (Foto: suarantb.com)

    Mataram (postkotantb.com) – Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTB, HM Suhaili FT nampaknya sudah tidak dapat membendung kekecewaannya terhadap sikap sejumlah kader yang duduk di fraksi Golkar DPRD NTB, atas ketidakhadirannya di acara syukuran peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) partai di kantor DPD I Golkar NTB, Mataram, Rabu, (21/10).


    Pada saat menyampaikan sambutannya, Suhaili menyempatkan diri mengabsen satu persatu anggota fraksinya. Dari sana ketahuan dari 10 anggota fraksi Golkar, lima diantaranya tidak hadir tanpa keterangan. Mereka adalah H. Misbach Mulyadi selaku ketua fraksi, kemudian Umar Said, Abdul Hafid, Busrah Hasan dan Ismail.


    “Saya mau absen mana Misbach, Hafid, Busrah, Umar dan Ismail ke mana mereka kenapa tidak hadir,” ucap Suhaili di depan para pengurus dan kader Golkar yang hadir di acara tersebut.


    Dalam kesempatan itu, Suhaili menyinggung, ketidakhadiran anggota fraksi itu menunjukan sifat kurang dewasanya anggota. Menurut dia, cara tersebut kurang dewasa serta tidak tepat dengan mengabsenkan diri dari kegiatan kepartaian.


    “Boleh tidak suka sama Suhaili, tapi jangan sama beringin. Ini bentuk loyalitas kepada partai. Saya siap dengan semua resiko. Saya menyebut langsung nama,” tegasnya.


    Kekecewaan Suhaili tidak sampai di situ, ketidakhadiran Bahtiar selaku staf ahli Fraksi Golkar di DPRD NTB, pun disinggung Suhaili. Pada kesempatan itu, Suhaili langsung memberhentikan Bahtiar sebagai staf ahli fraksi Golkar.


    “Mana Bahtiar staf Ahli fraksi hadir tidak. Saya minta kepada sekretaris mengganti staf ahli besok,” tegasnya.


    Ketua Fraksi Golkar di DPRD NTB, H. Misbach Mulyadi yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, (22/10) menjelaskan,  ketidakhadirannya murni karena alasan protokol kesehatan Covid-19. Dimana orang yang berusia di atas 60 tahun rentan terpapar Covidn19, dilarang untuk ikut dalam kerumunan.



    “Itukan sudah lazim protokol kesehatan bagi usia lanjut, di DPRD juga begitu. Kan saya ini usianya sudah 70 tahun, dan hal itu sudah kita bahas di rapat fraksi sebelumnya. Jadi ketidakhadiran saya itu bukan karena ketidaksukaan saya sama Suhaili,” katanya.


    Ditegaskan dia, sebagai kader tentu sangat patuh dan loyal kepada Suhaili selaku ketua partai. Menurutnya hal itu sudah tidak bisa diragukan lagi, dan itu bisa dilihat dari sikap Fraksi Golkar di DPRD NTB yang seirama dengan arahan dari DPD Golkar NTB.


    “Kalau bahasa bodaknya, saya itu I love you so much kepada Suhaili, dan pak Suhaili tahu itu. Kalaupun ada perbedaan pandangan politik, saya kira itu hal yang biasa, dan pak Suhaili saya rasa paham akan hal itu,” tegasnya.


    Ketidakhadiran lima anggota fraksi Golkar itu dinilai sangat kental dengan dinamika Musda. Dimana mereka tidak lagi mendukung Suhaili kembali maju mencalonkan  diri sebagai ketua DPD I partai Golkar NTB. Mereka yang tidak hadir dianggap berada di kubu pendukung Ahyar Abduh, sehingga mereka pun kompak untuk tidak hadir di acara syukuran HUT Golkar itu.


    “Bukan karena itu, kalau teman-teman yang lain kan mereka tidak hadir karena ada agenda kunjungan kerja di DPRD, dan Sekretaris (Isvie Rupaeda) tahu itu. Jadi, mereka berhalangan hadir. Karena itu kurang tepat kalau kemudian ketidakhadiran itu dianggap karena tidak suka sama Suhaili,” pungkasnya.(rin/ndi)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini