Catatan Nazila, Alumni Peraih Beasiswa Polandia

Dusun Gegutu Dayan Aik, Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat (Lobar), merupakan kampung halaman Nazilatus Syiam, sang peraih beasiswa polandia.

Mataram (postkotantb.com)- Nazilatus Syiam, berkat segudang prestasinya, alumni MAN 2 Mataram tahun 2015 kelahiran Mataram 19 Januari 1998 silam ini dapat memijakan kaki di negara Polandia,  Negara yang akrab dengan sebutan negara Bangau putih.


Berbekal dedikasi, loyalitas, jiwa kepemimpinan, kerjasama tim, komunikasi, kreativitas, adaptasi, pengambilan keputusan, manajemen waktu, konsistensi, penggunaan internet dan sosial media merupakan poin-poin yang dicari pada penyaringan beasiswa NTB ini.


Dilansir dari website Kementerian Agama wilayah Provinsi NTB, Nazila menceritakan, proses untuk mendapatkan beasiswa cukup panjang. Mulai dari seleksi berkas seperti Ijazah dan Transkrip Nilai yang telah diterjemahkan, daftar riwayat hidup, KTP, Passport, Study Plan, Motivation Letter. Kemudian Surat Keterangan Sehat, Surat Keterangan Bebas Narkoba, Surat Rekomendasi dari dosen atau professional minimal bergelar doktor, dan Skor TOEFL/TOEIC.


Setelah berkas dinyatakan lolos, gadis ini kemudian menjalani wawancara oleh dua orang dengan menggunakan bahasa inggris. Pada akhirnya, Nazila berhasil menjadi awardee beasiswa NTB batch empat dengan negara tujuan Polandia, diterima di Kampus Nicolaus Copernicus University yang berada di Kota Torun dengan Jurusan Master of Bussiness Administration.


"Proses selanjutnya adalah menyiapkan berkas ke Notaris, Kemenkumham, Kemenlu, sampai Kedutaan Polandia di RI untuk pembuatan visa. Cukup melelahkan dan merepotkan namun juga menantang,” ujar Nazila.


Nicolaus Copernicus University merupakan salah satu Universitas terbesar di Polandia. Secara global kampus ini meraih predikat 801-1000 di dunia. Memiliki 17 Fakultas dengan jumlah 33 ribu mahasiswa dari seluruh dunia.


Nazila menyebut Jenjang Pendidikan yang ditawarkan kampus ini antara lain, Diploma, Sarjana, Pascasarjana, Magister, Doktor dan  Post Doctor. Jumlah mahasiswa internasional mencapai 9,2 ribu serta mahasiswa pascarjana sejumlah 2,5 ribu.


"Beberapa bulan lalu saya landing di Negeri hebat ini. Betapa takjub dan bahagianya saya berada di Negeri Copernicus ini. Sungguh seperti mimpi. Ribuan kalimat  tak mampu ter-eja, hanya bisa mengagumi ciptaanNya dengan bersyukur tiada henti. Berada di Negeri ini, seperti berdiri di belahan dunia lain. Rasanya seolah berada di zaman antah-berantah, sembari membayangkan  Copernicus seakan tersenyum manis di pojok kampus. Polandia I am coming,” imbuhnya.


Polandia, negara ibu kota Warsawa yang terletak di Eropa Tengah. Berbatasan dengan Jerman di sebelah barat. Sloakia, Ceko dan Perbatasan Order-Neisse di sebelah selatan. Rusia (Kaliningrad,red) dan Lituania di sebelah timur laut dan Belarus serta Ukraina di sebelah timur (Garis Curzon, red).



Selain itu, Polandia merupakan negara Uni Eropa yang memiliki 15 situs Keajaiban Dunia. Tak ayal, Negara maju nan kaya ini menjadi salah satu destinasi para pejuang ilmu dari pelbagai belahan dunia. Diakui dia, keberkahan ilmu yang diberikan para guru di masa lampau, membawanya sampai ke Negera itu. Ia bertekad untuk menyelesaikan studi secepatnya.


“Pada saatnya nanti saya harus mampu menaklukkan negara ini,” cetusnya.


Prestasi


Kala menjadi siswi MAN 2 Mataram, Nazila pernah menjabat sebagai ketua ORSIMA, anggota aktif Manda English Club (MEC) dan sering mengikuti lomba debat bahasa Inggris tingkat Nasional. Dia pun menjadi aktivis di sekolah. Sebagai seorang aktivis, tentunya Nazila rajin terlibat dalam kepanitiaan.


Antara lain, Ketua Pelaksana Hari PGRI MAN 2 Mataram tahun 2014, Ketua Pelaksana Pentas Seni, Ketua Pelaksana Open Recruitment Manda English Club, dan berbagai even lainnya.
Aktivitas ini terbawa sampai bangku kuliah. Berbagai even menarik dan megah pun ditanganinya. Sebut saja Stadium General, pelantikan HMJ, dan Protokol International Conference on Communication Studies (ICOMACS) 2018.


Gadis ini baru saja menamatkan pendidikan sarjana kategori wisudawati terbaik Fakultas Dakwah dan Komunikasi di UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Provinsi Jawa Barat dengan IPK 3,99. Berarti 99,99% nilai semua mata kuliah dipastikan A (Sangat baik,red). Beasiswa diperoleh Nazila sejak 2016-2019 berupa Dipa Prestasi.


Dia sempat bekerja sebagai Humas di PT. Dirgantara (Persero) di tahun 2018. Tahun berikutnya, Ia menjadi Asisten Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Humas dan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD.  Kemampuan berkomunikasi aktif menggunakan bahasa inggris sebagai modal utama dalam melanjutkan kuliah ke Polandia.


"Berkuliah di Luar Negeri, kemampuan utama yang dituntut tentu harus menguasai Bahasa Asing. Jika tidak, sama halnya seperti berjalan tanpa peta," tutup Nazila.(rin/sitti rahmi)