CCTV Pantau Semua Aktifitas di Pasar Renteng

"Pasar termegah, terlengkap dan terluas se NTB ini memiliki.......

DIPANTAU CCTV: Pemerintah melengkapi operasional Pasar Renteng dengan kamera pemantau.
DIPANTAU CCTV: Pemerintah melengkapi operasional Pasar Renteng dengan kamera pemantau.

 Lombok Tengah (postkotantb.com) - Setelah beroperasi Februari nanti, Pasar Renteng jadi pasar termegah, terlengkap dan terluas di NTB. Operasional pasar ini dilengkapi dengan 24 kamera pemantau CCTV.

"Pasar termegah, terlengkap dan terluas se NTB ini memiliki 24 CCTV, alat pengintai keamanan," tutur Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Loteng, HL. Firman Wijaya, saat meninjau pasar megah ini, Jum'at (22/01).


CCTV tersebut kata Lalu Firman, terpasang di sejumlah titik. Semua aktifitas di pasar akan terpantau, terkecuali di ruang menyusui dan kamar kecil.

Keberadaan CCTV tersebut bisa membantu dan mendeteksi terjadinya hal hal yang tak kita inginkan, sehingga para pengunjung dan penjual lebih nyaman ketika datang ke pasar tersebut.

"Insyaallah kenyamanan dan kepuasan dijamin," cetus mantan Kadis Perkim Loteng ini.

Pasar renteng ini dibangun di atas tanah 4,2 hektare dengan kapasitas tampungan sebanyak 1748 unit, terdiri dari ruang los dan kios. Sedangkan jumlah pedagang yang sudah terdata, sesuai data atau jumlah pedagang sebelumnya, sebanyak 1719.

"Kita tetap utamakan pedagang yang sudah ada," terangnya.

Selanjutnya, untuk tempat yang masih kosong dijadikan cadangan untuk mencover pedagang yang belum terdata dan calon pedagang baru.

"Ada 29 unit kita sengaja siapkan untuk mengantisipasi terjadinya hal hal diluar dugaan," paparnya.

Selanjutnya, untuk bangunan di sebelah selatan pasar ini, seperti pedagang emas dan para pedagang di pinggir jalan. Selang satu minggu peresmian akan ditertibkan.

"Untuk pedagang emas di bagian selatan dan penjual di pinggir jalan yang jumlahnya 48 orang. Satu Minggu setelah peresmian kita akan tertibkan," ujarnya.

Selanjutnya, setelah ditempati, akan dilanjutkan dengan pembangunan taman, pagar dan parkir. Untuk tiga bangunan ini, tanggung jawab Pemda dengan nilai pengerjaan Rp 5, 4 miliar.

"Insyaallah, minggu ke dua bulan Februari, bapak bupati akan resmikan dan tinggal kita akan lanjutkan penataannya," tutupnya. (AP)