Diduga Frustasi, Marsan Gantung Diri

TKP: polisi tengah melakukan olah TKP di rumah korban.

Lombok Tengah (Postkotantb.com)- Masyarakat Desa Mantang Kecamatan Batukliang Lombok Tengah (Loteng), digegerkan kejadian yang menimpa Marsan (38). 


Pria ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam rumah, Kamis (31/12). Korban diduga frustasi, karena ditinggal istri dan anak anaknya.


Kapolsek Batukliang, Iptu Gede Gisiyasa mengatakan, informasi dari keluarga, korban memang memiliki permasalahan internal dengan istrinya. Sehingga istrinya pergi meninggalkan rumah dengan membawa tiga anaknya untuk menenangkan diri. 


"Sepertinya korban frustasi, lantaran istri dan anaknya meninggalkannya, sehingga nekat gantung diri dengan tali di rumanya sendiri," tuturnya. 


Peristiwa tersebut diketahui, berawal saat salah seorang warga setempat merasa curiga dengan kondisi rumah korban yang sampai malam hari lampunya tidak menyala dan pintu rumah terkunci dari dalam. 



Sebelumnya, saksi bertemu dengan korban pada malam sebelumnya dan korban akan beristirahat. Sehingga saksi sangat khawatir. Selesai shalat magrib, dia kembali mencari korban dengan menggunakan tangga melalui lubang angin rumah korban. 


Saksi terkejut melihat korban telah dalam posisi gantung diri dan sontak berteriak minta tolong. Dalam waktu sekejap masyarakat datang ke TKP.


"Warga  setempat mendobrak pintu rumah korban. Selanjutnya, jasad korban diturunkan," jelasnya. 


Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya yang menerima informasi langsung turun melakukan identifikasi dan mengecek kondisi korban. Peristiwa tersebut murni kasus gantung diri yang mengakibatkan nyawa korban melayang. 


"Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi, dan menerima peristiwa itu sebagai musibah," katanya. (ap)