IQ LN Dilaporkan Bukan karena Utang Piutang

Kanit PPA Pipin Setianingrum

Lombok Tengah (postkotantb.com)- Ditahannya IQ LN (inisial, red) oleh Polres Lombok Tengah seperti yang diberitakan salah satu media online lantaran utang piutang dibantah pelapor Nanik Suryani.


Melalui  media ini, Nanik dengan tegas menyebut pemberitaan tersebut keliru. Pasalnya, laporan yang dimasukkan ke polisi pada Januari 2020 silam bukan soal utang piutang.


"Saya laporkan IQ LN tidak ada sangkut paut dengan utang piutang, tapi ini murni karena kasus kekerasan terhadap anak saya sendiri, yang dilakukan oleh IQ LN. Sekali lagi saya tegaskan tak ada hubungannya dengan hutang piutang," tegasnya Jum'at (8/01).


Nanik mengakui pernah berhutang ke IQ LN sebanyak Rp 200 ribu dan telah dilunasi. "Yang namanya kita satu kampung, saling bantu itu hal biasa," cetusnya.


Nanik menceritkan kasus ini berawal persoalan tingkah laku anak anak  yang saling sembunyikan sandal sepulang mengaji. IQ LN sempat datang ke rumah Nanik dan mencari anaknya yang dia tuduh menyembunyikan sandal anaknya, namun tak ketemu, sebab anaknya pergi sekolah.


Mungkin karena kesal IQ LN sempat berkata ‘’lama lama nanti kamu saya pukul’’, sembari mengangkat bongkahan batu bekas pengecorandan  hampaskan ke dada Nanik.


"Dada saya yang kena dan anak saya juga kena mulutnya, sehingga tidak bisa menyusui selama dua minggu, dan itu saya visum dan saya laporkan perbuatan ke polres," terangnya lagi.


Ditambahkan, beberapa bulan lalu IQ LN sempat ditahan, namun karena masih menyusui, akhirnya pihaknya diminta kebijakan untuk berdamai.


Saat berdamai, saat itu ada penyidik juga pihaknya hanya minta ke IQ LN hanya kata maaf, namun IQ LN keras dan malah menantang. Akan tetapi aparat waktu itu tetap memberikan keringanan dan di antarkan pulang, artinya diberikan tenggang waktu 6 bulan untuk menyusui anaknya, sampai berumur di atas satu tahun.


"Saya kurang tahu aturannya, tapi yang dia dengar langsung penjelasannya dari polisi, kalau pelaku diberikan keringanan untuk mengurus anaknya sampai di atas 1 tahun dan itu sudah dilakukan polisi, dan kemarin polisi menjemputnya, sebab masa waktu  keringanan sudah lebih dari 6 bulan," tuturnya.


Terpisah Kasat Reskrim Polres Loteng AKP I Putu Agus Indra Permana, melalui Kanit PPA Reskrim Polres Loteng AIPDA Pipin Setianingrum mengaku, kasus kekerasan terhadap anak dengan terlapor IQ LN, kasusnya sudah masuk P21, dan sudah dilimpahkan ke kejaksaan.


"Kasus kekerasan ini dilaporkan atau diterima pada 7 Januari 2020 dengan nomor RP/10/I/2020/ NTB/ Res Loteng," jelasnya. (ap)