JK: Demokrat Tak Pernah Bahas Interpelasi

‘’Jangan buat gaduh dari wacana yang tidak relevan saat ini. Aneh, Demokrat ini partai pengusung Zul-Rohmi. Partai bisa......

KONFRENSI PERS: Koordinator Divisi Perhubungan dan Informatika DPD Partai Demokrat NTB, Junaidi Kasum (JK) Menggelar Konfrensi Pers di Sengigi, Senin (25/1).
KONFRENSI PERS: Koordinator Divisi Perhubungan dan Informatika DPD Partai Demokrat NTB, Junaidi Kasum (JK) Menggelar Konfrensi Pers di Sengigi, Senin (25/1).

 Gagal di Pilkada, Kinerja Demokrat Harus Dievaluasi

Lombok Barat (postkotantb.com) - Sikap Fraksi Demokrat di DPRD NTB yang ikut mendukung wacana interpelasi mendapat kritikan salah satu pengurus partai berlambang mercy ini. Koordinator Divisi Perhubungan dan Informatika DPD Partai Demokrat NTB, Junaidi Kasum (JK), mengatakan, wacana interpelasi ini tidak pernah dibahas di partainya.

"Wacana ini muncul tiba tiba. Tidak pernah kita bahas di Demokrat. Meski hak interpelasi melekat di anggota dewan, tapi jangan lupa anggota dewan itu representasi partai,’’ ungkapnya JK dalam pertemuan dengan sejumlah pewarta di salah satu rumah makan di wilayah Senggigi, Senin (25/1).

Junaidi bahkan menuding sejumlah rekannya di Fraksi Demokrat DPRD NTB hanya mencari panggung dari wacana interpelasi untuk mempertanyakan cara Zul-Rohmi mengelola pemerintahan.

‘’Jangan buat gaduh dari wacana yang tidak relevan saat ini. Aneh, Demokrat ini partai pengusung Zul-Rohmi. Partai bisa panggil gubernur dan wakil gubernur jika ada hal hal yang memang perlu dipertanyakan,’’ sebutnya.

DIALOG: Junaidi Kasum (JK) berdialog ringan usai press confrence bersama Pimpinan Umum Post Kota NTB, Aminuddin, Sekretaris AMSI NTB, Lalu Habib Padil, S. Pd serta para awak media.
DIALOG: Junaidi Kasum (JK) berdialog ringan usai press confrence bersama Pimpinan Umum Post Kota NTB, Aminuddin, Sekretaris AMSI NTB, Lalu Habib Padil, S. Pd serta para awak media.

Pria berkulit putih ini juga mengkritik kinerja Ketua DPD Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri. Kata dia, seharusnya Mahally melakukan komunikasi serta  konsolidasi atau adakan rapat dengan seluruh pengurus dan anggota Partai Demokrat untuk menentukan sikap fraksi di dewan Udayana.

‘’Perlu diingat, Demokrat adalah partai pengusung Zul-Rohmi. Karenanya, Demokrat harus mengawal kepemimpinan Zul-Rohmi ini hingga selesai jabatan lima tahun. Bukannya malah mau menjadi oposisi,’’ tegasnya.

"Saya garis bawahi, ketua Demokrat NTB gagal. Bukan saja saya yang mengatakan gagal, tapi semua teman-teman yang masih bersembunyi di bawah alun-alun juga mengatakan gagal,” sambungnya.

Kegagalan itu, lanjut Junaidi, tercermin dengan jelas pada hasil pilkada Desember lalu. "DPP Demokrat melihat hal ini sebagai sebuah persoalan yang serius. DPP akan melakukan evaluasi,’’ sebutnya. (RIN)