Mengenal Lebih Dekat Kades Termuda Di Lombok Tengah

Usai pelantikan kades Karang Sidemen Yuda Praya Cindra Budi SH membenarkan, kalau dirinya ingin......

Kantongi Prestasi Jadi Kadus, Praya Didaulat Warga Maju Hingga Dilantik

Kepala Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah, Yuda Praya Cindra Budi SH bersama Istri
Kepala Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah, Yuda Praya Cindra Budi SH bersama Istri

Saparuddin
Lombok Tengah


Praya adalah salah satu kepala desa termuda yang dilantik Oleh Bupati Lombok Tengah. Menjadi Kades tidak membutuhkan waktu lama, moncer jadi Kadus setahun setengah, langsung di daulat oleh warga jadi kades hingga dilantik

17 Kades resmi di Lantik Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, dari 17 kades yang dilantik tersebut, 16 diantaranya dipilih melalui pemilihan serentak, dan satunya dipilih melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW).

Masing masing kades memiliki biodata dan prestasi berbeda beda. Ada yang sudah lama membangun komunikasi intens dengan masyarakat, baru bisa terpilih, ada juga yang sudah mengukir karir bertahun tahun, baru bisa terpilih dan yang lainnya.

Beda halnya dengan kades termuda asal Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah, Yuda Praya Cindra Budi SH. Hanya mengantongi prestasi sebagai Kadus setahun setengah di Karang Sidemen Atas Desa Karang Sedimen, dan langsung di daulat oleh masyarakat sebagai kades oleh warga hingga diantar sampai pelantikan.

Usai pelantikan kades Karang Sidemen Yuda Praya Cindra Budi SH membenarkan, kalau dirinya ingin berbuat dan menyelesaikan jabatannya sebagai Kadus Karang Sidemen Atas. Namun masyarakat berkata lain, terus mendorong dirinya untuk maju sebagai kepala desa.

Kedatangan tokoh masyarakat dengan tujuan meminta dirinya maju sebagai kades, terus ia tolak. Tidak sampai di sana, mereka juga terus mendorong bapaknya, agar membujuk dirinya maju, sehingga pihaknya pun menyambut baik niat masyarakat.

"Kalau tidak salah 6 kali tokoh tokoh di desa Karang Sidemen datang ke rumah untuk meminta maju, saya selalu menolak sebab saya ingin berbuat untuk masyarakat melalu jabatan Kadus. Tapi ketika masyarakat minta ijin ke ortunya, dan ortu mengijinkan, akhirnya saya pun mulai meluruskan niat membangun desa lebih baik melalui jabatan kepala desa," tuturnya usai pelantikan.

Kades muda kelahiran bulan April 1992 ini menambahkan, selain itu, kebetulan orang tuanya di Desa Karang Sidemen dinilai tokoh yang didengar, dan masyarakat menilai kepribadian dirinya dengan ortunya sama, hal ini juga salah satu acuan, masyarakat mendorong untuk maju, hingga sampai jadi.

"Alhamdulillah, amanat masyarakat Karang Sidemen jadi tugas berat, yang harus saya emban, dan insyaallah amanat ini akan saya laksanakan sesuai kemampuannya," ungkapnya.

Sarjana lulusan Fakultas Hukum Universitas Mataram ini menambahkan, memajukan Desa Karang Sidemen yang begitu luas, tentunya membutuhkan kebersamaan. Oleh karenanya, pihaknya akan merangkul semua element, baik lawan politik, masyarakat yang tidak memilihnya dan yang lainnnya. Sebab Pilkades sudah berlalu, tinggal memikirkan bagaimana caranya menata Desa Karang Sidemen menjadi desa lebih baik.

"Mari kita merajut kebersamaan kembali, kita lepas perbedaan dan kita sama sama membangun desa tercinta kita ini lebih baik," pintanya.

Lanjut suami satu anak dari pasangan Mareni, untuk memajukan Desa Karang Sidemen, ada beberapa langkah yang akan dilakukan, diantaranya langkah 100 hari kerja akan melakukan perbaikan di internal, mulai dari pola pikir etos kerja harus dibenahi, sebagai mana amanah dari bapak Presiden RI Joko Widodo, revolusi mental.

"Melakukan perbaikan bukan main sikut, tapi kita akan lakukan perbaikan, yang kurang kita ditingkatkan dan yang perlu kita akan kembangkan, sesuai tuntutan dan kebutuhan masyarakat setempat," ujarnya.

Selanjutnya, masalah Misi dan visi, saat ini Desa Karang Sidemen, sudah tercatat sebagai desa wisata, sehingga pihaknya berniat menggenjot pelatihan kuliner, dan nantinya Desa Karang Sidemen dikenal dengan Desa wisata kuliner.

"Dalam program ini, kami akan libatkan para Remaja, mengingat di Desa kami angka putus sekolah dan merantau ke luar negeri cukup tinggi, makanya kita akan buatkan mereka tempat beraktivitas," Tutup Alumni MIN 3 Loteng ini. (**)