Ponpes Salafiyah, Legalitasnya Sama Dengan Formal

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB, Dr. Kiyai HM. Zaidi Abdad menyatakan keberadaan pendidikan salafiyah, memiliki
KHUSUS: Wawancara Khusus Post Kota NTB dengan Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. KH. Zaidi Abdad
KHUSUS: Wawancara Khusus Post Kota NTB dengan Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. KH. Zaidi Abdad

Mataram (postkotantb.com) - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB, Dr. Kiyai HM. Zaidi Abdad menyatakan keberadaan pendidikan salafiyah, memiliki legalitas yang sama dengan pendidikan formal, baik lulusan madrasah ataupun sekolah.

"Berbicara legalitas ijazah yang didapatkan oleh santri melalui pendidikan salafiyah, Legalitasnya sama dengan lulusan pendidikan formal," katanya belum lama ini.

Oleh karenanya, pihaknya tegaskan, para santri salafiyah memiliki peluang dan kesempatan yang sama, ketika ijazah mereka ingin mempergunakannya untuk mencari lapangan pekerjaan.

"Yang lulus di salafiyah, silahkan saja melamar jika ingin mencari pekerjaan, sebab sekarang ijazah salafiyah dengan  formal sudah di setara kan," terangnya dosen UIN Mataram ini.

Diakuinya, bicara keahlian ilmu agama, lulusan salafiyah insyaallah penguasaan di bidang keagamaan lebih menguasai dari pada pendidikan formal. Dengan alasan pendidikan salafiyah, lebih banyak diajarkan kajian kajian kitab salafi, sehingga sangat wajar jika disebut lebih lihai menguasai bidang keagamaan.

"Saya tidak membedakan kepintaran secara agama, tapi berkaca pada kajian keagamaan, pendidikan salafiyah jelas lebih banyak mengkaji kitab kitab salafi, jika dibandingkan dengan formal," terangnya lagi.

Dikatakan, keberadaan ponpes di NTB yang jumlahnya di atas 3 ribuan, jebolannya itu diharapkan sebagai generasi penerus Qurani sebagai cikal bakal benteng keutuhan NKRI, dalam bingkai keislaman.

Kenapa pihaknya menyebutkan bingkai keislaman, sebab jika di suatu daerah atau tempat, jika akhlaknya sudah mulai rusak, maka tunggu saatnya kehancuran akan tiba. Oleh karena itu, lulusan ponpes salafiyah ataupun ponpes lainnya, mampu sebagai garda penegak dan pengajar nilai nilai Akhlaqul Karimah ditengah  masyarakat.

Lebih lebih ditengah majunya tekhnologi, lulusan ponpes sebagai garda terdepan menangkal budaya budaya yang tak sesuai dengan ajaran agama.

"Insyaallah, secara umum, lulusan madrasah lebih istimewa. Di samping menguasai ilmu agama, ilmu umum pun siap pakai," tutupnya. (AP)