Demokrat NTB Ajak Kader Tingkatkan Kinerja

Demokrat NTB meminta Ketua Umum DPP agar mengambil langkah pembersihan dalam lingkup partai. Menurutnya

 Oknum Penghianat Dipecat DPP, Demokrat NTB Niatkan Bernazar


Mataram (postkotantb.com) - Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahali Fikri mengatakan, perhelatan pemilu 2024 mendatang, menjadi skala prioritas dalam agenda partai berlambang mercy ini. "DPD partai Demokrat NTB melihat perhelatan Pemilu 2024 adalah perjuangan hidup matinya partai," ungkapnya, Jumat (26/2).

Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahali Fikri
Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahali Fikri

Karenanya, dia mengajak dan mengingatkan seluruh kader agar meningkatkan sosialisasi sekaligus melaksanakan kinerja partai yang bermanfaat untuk masyarakat, secara kontinyu.

"Saya mengajak dan mengingatkan semua kader agar jauh - jauh hari (sejak saat ini) secara kontinu serta optimal mensosialisasikan partai dan melakukan kerja-kerja yang membuktikan partai ini hadir dengan kemanfaatan bagi rakyat," ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, Demokrat NTB meminta Ketua Umum DPP agar mengambil langkah pembersihan dalam lingkup partai. Menurutnya, masih banyak oknum di lingkup partai tersebut yang berbuat culas, tidak berintegritas dan berhianat.

"Kami meminta Ketua Umum DPP Partai Demokrat agar membersihkan partai ini dari orang - orang culas, tidak berintegritas dan penghianat. Siapapun kader yang terliblat dengan GPK - PD yang mau menyelenggarakan KLB supaya ditindak tegas dengan dipecat secara tidak hormat dari keanggotaan partai," tegasnya.

"DPD partai Demokrat NTB memasang janji suci (bernazar,red), bila DPP partai Demokrat memecat oknum - oknum kader yang berkhianat, maka kami akan berbagi dengan menyantuni anak yatim, fakir miskin dan jompo. Insan media akan kami ajak hadir pada acara tersendiri dalam bentuk syukuran," sambungnya.

Dia mengingatkan agar seluruh kader di NTB untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan GPK - PD yang Sampai saat ini masih suka mengajak dan mempengaruhi para pemilik suara (ketua DPD dan DPC,red) untuk mendukung KLB.

"Sangat jelas sekali merupakan makar dan pemberontakan kepada pemimpin partai yang sah. Para kader jangan ragu untuk melawan mereka dan jangan lagi berlemah lembut terhadap mereka. Tegas dan Tolak," pungkasnya.(*/RIN)