KASTA NTB: Pernyataan PLT Disdik Terlalu Over

Saya rasa pengetahuan pak PLT Disdik, tentang kondisi pendidikan, khususnya dikalangan guru Honorer tidaklah seberapa, jadi mohon jangan terlalu oper

 Lombok Tengah (postkotantb.com) - Dilansirkan sebelumnya, PLT Disdik Nazili menyebutkan Guru Honorer yang tak punya prestasi dan kualitas, itu membebani sekolah dimana ia mengajar, mendapatkan kritikan pedas dari LSM KASTA NTB.

Presiden KASTA NTB Lalu Wink Harits menilai, apa yang dilontarkan PLT Disdik Lombok Tengah (Loteng), terlalu over. Pasalnya, keilmuan Nazili selaku PLT Disdik tidaklah seberapa. Pasalnya Nazili kemarin kemarin diangkat sebagai PLT Disdik, sudah barang tentu belum terlalu paham kondisi dan persoalan di tubuh pendidikan, terutama di kalangan guru honorer.

Presiden KASTA NTB Lalu Wink Harits
Presiden KASTA NTB Lalu Wink Harits

"Saya rasa pengetahuan pak PLT Disdik, tentang kondisi pendidikan, khususnya dikalangan guru Honorer tidaklah seberapa, jadi mohon jangan terlalu oper," katanya.

Terhadap hal itu, pihaknya amat menyayangkan dan mengecam pernyataan PLT Disdik Loteng, saat menghadiri acara rapat MKKS tingkat SMP, yang dilaksanakan di SMPN 2 Janapria Loteng beberala hari lalu.

Selain itu, pernyataan tersebut baginya tidak manusiawi dan tanpa dasar aturan yang ada. Untuk diketahui lanjutnya, semua keberhasilan dan prestasi yang telah ditorehkan oleh siswa Loteng, dalam bidang apapun. Itu semua tidak lepas dari upaya dan usaha yang telah dilakukan oleh guru honorer.

"Jangan menganggap, semua prestasi yang telah diraih oleh siswa dalam bidang apapun, kontribusi guru honorer tidak ada. Itu anda salah," tegasnya.

Selanjutnya, masalah honorer yang tidak lulus dalam P3K, misalnya pernah ikut tes selama tiga kali dan tak lulus, bukan berarti mereka itu tidak berkualitas dan harus di rumahkan atau mundur, itu pernyataan konyol dan bodoh.

"Dalam hukum Islam, kada kadar ada di tangan Allah, kita sebagai manusia hanya dituntut untuk berusaha, ketika usaha tak sampai, itu namanya nasibnya belum beruntung, bukannya harus di keluarkan," ujarnya.

Dikatakan, sebagai seorang pejabat transisi di Disdik pihaknya berharap jangan terlalu over dan mengomentari sesuatu yang di luar kewenangan dan pengetahuannya.

"Apakah Nazili tahu berapa jumlah kebutuhan guru kita selama ini yang tidak mampu disiapkan pemerintah, sehingga asal bunyi menyebut Honorer sebagai beban sekolah. Peran Honorer selama ini sangat vital untuk menutupi defisit Guru ASN terutama sekolah yang ada di desa, utamanya dipinggiran,”paparnya.

Ditambahkan, mereka bekerja tanpa jaminan jumlah insentif yang jelas, bahkan ada yang sama sekali tidak digaji, untuk Honorer yang ber SK kan bupati saja yang jumlah mereka mencapai angka 3000 an orang sejak tahun 2017 jumlah insentif mereka hanya Rp 100 ribu perbulan dari dana APBD loteng. Artinya para guru Honorer bukan ber orientasi pada nilai bayar mereka, tapi banyak yang semata mata niat mengabdi untuk mendidik anak bangsa, jadi jangan ada pejabat yang asal perampek jelamer saja komentari soal Guru.

Terkait hal itu, pihaknya mendesak agar Bupati Loteng HL. Pathul Bahri agar segera mengganti Plt Disdik tersebut, sebab sudah sangat melukai hati ribuan guru honorer atas ucapannya yang tidak manusiawi.

"Kami siap turun bersama kawan kawan guru honorer untuk mendesak supaya yang bersangkutan segera keluar dari Kantor Disdik Loteng,”Ancam pendiri LSM KASTA NTB ini. (AP)