Kebijakan Refocusing Dana Pokir Dikritik Dewan

Lalu Sarjana

Lombok Tengah (postkotantb.com)- Kebijakan refocusing dana pokok-pokok pikiran (Pokir) oleh daerah, mendapat respon dan kritikan pedas dari Wakil DPRD Lombok Tengah, Lalu Sarjana. Kebijakan refocusing dana Pokir menurutnya tidak tepat.

"Pokir sesungguhnya bukan untuk kami, tetapi aspirasi yang harus tereksekusi. Karena masyarakat sudah menunggu dan tak ada bedanya dengan hasil Musrembang dengan hasil reses, sebab sama-sama aspirasi yang harus kita pertanggungjawabkan di masyarakat," Kritiknya, Rabu (17/3).

Dijelaskan dia, penyerapan aspirasi masyarakat dilakukan melalui dua hal. Yaitu Musrenbang dan Reses. Keduanya merupakan sumber aspirasi yang dipadukan hingga menjadi program utuh pemda Loteng, melalui RPJMD dan di tuangkan di APBD.

"Refocusing anggaran sah-sah saja dan kami dukung. Tapi kami juga berharap untuk saling memahami. Artinya kami juga punya konstituen yang harus kami penuhi melalui reses, demikian juga dengan Pemda punya amanah yang dijaring lewat Musrenbang," singgungnya.

Sedangkan program Serap Aspirasi (Reses) dijadikan sebagai tempat masyarakat mengeluarkan harapan masyarakat dan menjadi tanggung jawab bersama, demi kebaikan Loteng. Berkaitan dengan kedua hal ini, komunikasi serta koordinasi legislatif dan eksekutif sebagai mitra harus tetap terjaga dengan baik.

Diakui dia, kebutuhan anggaran diperkirakan Rp. 119 Miliar. Sementara yang tersedia baru sekitar Rp. 20 Miliar. Karenanya, dia berharap kekurangan anggaran tersebut, perlu dipecahkan secara bersama-sama

"Masih banyak kekurangan sesuai dengan perintah pusat yang nota bene 8%, anggaran DAU direfocusing. sesuai dengan  mana yang harus direfocusing sesuai dengan pos masing-masing OPD. Demikian juga sekretriat dewan dan anggaran belanja lainnya di DPRD Loteng seperti perjalan dinas, makan minum dan yang lainnya. Jangan sedikit sedikit, Pokir yang harus di babat habis," tandasnya.(AP)