Melirik 100 Hari Kerja Pathul-Nursiah

 Bereskan Persoalan Prioritas, Lima Program Harus Tuntas

DUCKAPIL: Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. HM. Nursiah saat memberikan pengarahan di Duckapil belum lama ini
 

Lombok Tengah di bawah kepemimpinan HL. Pathul Bahri-Dr. HM. Nursiah, memiliki cara tersendiri dalam membangun daerah yang lebih baik. Tak canggung canggung, dalam jangka 100 hari, ada lima program prioritas harus tuntas.

SAPARUDDIN
Lombok Tengah


CEPAT di bawah Kepemimpinan HL. Fathul Dr. HM. Nursiah atau paket Maik Meres jilid II, membangun Lombok Tengah (Loteng) sedang diupayakan lebih gerak cepat, demi Loteng yang lebih baik. Beberapa skala prioritas tentunya menjadi hal yang utama dikedepankan, demi mencapai target pembangunan.

Demi mencapai ke arah tersebut, tidak canggung canggung, beliau berdua memprogramkan 100 hari kerja dengan target Lima program unggulan. Kelima program tersebut diantaranya, percepatan penangan dan pemulihan ekonomi di masa pendemi covid-19, reformasi birokrasi, peningkatan pelayanan publik melalui digitalisasi layanan, penataan pedagang kaki lima dan parkir di kota Praya, terakhir launching kartu Maiq Meres.

Wakil Bupati Loteng, Dr. HM. Nursiah mengatakan untuk percepatan penanganan dan pemulihan ekonomi di masa pandemi, pihaknya sudah menginstruksikan melalui dinas, segera menggelontorkan program skala prioritas, demi stabilnya ekonomi masyarakat.

Kemudian peningkatan pelayanan publik melalui digitalisasi layanan. Pihaknya telah melahirkan program, Gerakan Turun Ke Dusun, menyongsong pembuatan Administrasi Kependudukan (begerusuk, red)

“Program begerusuk ini, sebuah program berupa tindakan jemput bola yang dilakukan dukcapil untuk mendorong dan meningkatkan pelayanan dalam pembuatan adminduk, dan kami sudah langsung ngantor di Duckapil. Hasil tinjauan saat ngantor ke Duckapil kemarin, hasilnya sudah cukup bagus,” imbuhnya.

Program ini lanjut dia akan menyasar hingga ke tingkat dusun, sekolah-sekolah dan yang terkini menyasar ke pasar-pasar. Soal calo, mantan Sektda Loteng ini mengingatkan bahwa persoalan tersebut menjadi tugas bersama untuk mengatasinya. Terutama petugas di Dukcapil. Termasuk juga  petugas yang memberikan pelayanan harus lebih ramah dan profesional.

“Soal SDM memang perlu dibenahi lagi. Bagaimana keramah tamahan, sopan santun, senyum dan ramah tamah, harus ditunjukkan para petugas," ujarnya.

Terkait reformasi birokrasi kata dia, pihaknya akan menempatkan petugas yang benar benar ahli bidangnya. Sehingga pencapaian kinerja sesuai dengan target yang direncakan. "Yang jelas dari dari Lima program prioritas selama 100 hari kerja ini, harus tuntas," cetusnya.

Sebelumnya, Bupati Loteng, HL. athul Bahri saat sidang paripurna perdana menyatakan, pemulihan ekonomi di masa pandemi merupakan yang hal penting. Berbagai terobosan akan dilakukan oleh dinas/ instansi terkait agar kondisi pandemi tidak mengganggu sendi-sendi perekonomian masyarakat.

Begitu juga tiga program lainnya, tidak lain sebagai upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat. Target realisasi program tersebut akan dicapai dengan kerjasama yang baik antar leading sektor serta dengan dukungan masyarakat, khususnya pihak legislatif.

Di sisi lain, diakui Pathul, tidak mudah dalam menjalani tahun pertama kepemimpinanya. Segudang pekerjaan dan tugas besar sudah ada di depan mata. Dibutuhkan perhatian serius untuk menuntaskan semua program tersebut.

"Pencanangan program 100 hari kerja dengan target capaian Pembangunan Loteng, citra personil kepala daerah, citra kelembagaan Pemerintah dan relasi antar Kepala Daerah dan masyarakat di akar rumput (jejaring)," bebernya.

Selain itu terdapat delapan cluster teknis yang dapat digunakan untuk mempertahankan marwah daerah dalam 100 hari kerja. Kedelapan rancangan tersebut, terdiri dari program utama dan program penunjang. Program utama merupakan rancangan program yang ditujukan secara langsung ke masyarakat dengan kegiatan yang dilakukan secara konkrit serta penggunaan biaya yang kecil.

Beberapa pembangunan yang ada akan terus ditingkatkan kualitasnya. Salah satunya, meningkatkan status rumah sakit menjadi tipe B,  perbaikan pola pelayanan rumah sakit yang ramah, senyum, sapa, dan melayani.

Selanjutnya, digitalisasi peningkatan kualitas pelayanan publik di rumah sakit, puskesmas, Dukcapil, pariwisata dan perizinan. Pada masa kepemimpinanya akan diwujudkan dalam bentuk aplikasi, Audit kinerja PDAM dan RSUD. Penambahan loket pelayanan adminduk di 12 Kecamatan, RSUD, 5 Puskesmas BLUD, pasar Renteng dan pasar Jelojok.

"Selain itu, penataan kelayakan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir di kota Praya. ASN akan dilakukan assessment, evaluasi dan jobfit. Mengoptimalisasi disiplin dan pakaian kerja," tutupnya.(**)