Soeharto, Siap Pasang Badan Bela Warganya

Kades Penujak saat mendengarkan cerita warganya yang menanam di pasang surut bendungan Batujai

Lombok Tengah (Poskotantb.com)- Adanya dugaan ancaman yang dilakukan oleh oknum LSM dan penjaga Bendungan Batujai Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng) membuat Soeharto Kepala Desa Penujak gerah.

Iapun mengumpulkan warganya yang bercocok tanam di tanah pasang surut, khususnya masyarakat Dusun Slanglet Desa Penujak melakukan penanaman padi di sekitar pasang surut bendungan Batujai, Selasa (16/3).

"Saya geram setelah mendengar cerita masyarakatnya yang diancam oleh oknum yang mengaku LSM. Dan hari ini saya mengumpulkan semua warganya yang bercocok tanam di pasang surut bendungan Batujai dan saya siap pasang badan membela masyarakatnya," tegasnya.

Sesuai cerita warganya, oknum LSM tersebut mengancam akan mempolisikan warga yang masih melakukan aktivitas penanaman di area pasang surut Batujai dengan tenggat waktu 10 hari.

"Pokoknya saya akan tunggu sampai waktu yang telah ditentukan, jika dia tidak datang berarti oknum itu pengecut," ungkapnya.

Ia mengakui sampai saat ini belum menerima surat pemberitahuan dari Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I bila akan ada pengerukan di Bendungan Batujai. 

"Semua kades dan Lurah, sudah saya tanya apakah ada surat pemberitahuan dari BWS, akan ada pengerukan, semua bilang tak pernah. Lalu apa alasan Oknum itu, memang mau menakut nakuti warganya, sudah bukan zamannya pak," tegasnya.

Disebutkan, lahan area pasang surut bendungan Batujai, luasnya ratusan hektar, sedangkan area pasang surut yang digarap warganya sebanyak 78 hektar, dengan jumlah warganya 100 orang. Dan mereka semua sadar kalau lahan itu bukan miliknya. 

Tahun 1982 silam, lahan tersebut tidak dimanfaatkan oleh pemerintah. Sehingga masyarakat Slanglet memanfaatkan lahan tersebut, untuk bercocok tanam.

"Pasang surut ini rata rata tempat tumbuhnya enceng gondok, itulah yang dibersihkan warganya tahun 1982, dan itu secara turun temurun di manfaatkan sampai sekarang. Jika pemerintah dalam hal ini BWS ingin melakukan pengerukan, mereka siap lepaskan sebab mereka semua sadar itu bukan miliknya, tapi sampai sekarang surat pemberitahuan belum ia terima, sah sah saja itu dimanfaatkan," bebernya panjang.

Sementara itu dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Loteng HL. Firman Wijaya mengaku, urusan penataan bendungan Batujai bukan ranahnya, namun itu ranah BWS.

"Penataan bendungan Batujai itu bukan ranah kami tapi itu ranah BWS. BWS pasti akan melakukan sosialisasi ke masyarakat dan bersurat. Dan kami belum menerima surat itu," katanya singkat. (AP)