Ahmad Zaenuri, Desa Sukaraja Siap Dijadikan Pos Penjagaan Arus Mudik

Kades Sukaraja A Zaenuri saat melakukan pemantauan pembuatan Pos Jaga di Desa Sukaraja/di jalan Raya Keruak-Praya.

Lombok Timur (postkotantb.com)- Kepala Desa Sukaraja Kecamatan Jerowaru Lombok Timur (Lotim) Ahmad Zaenuri siap membantu pengamanan arus mudik antar kabupaten/kota dalam provinsi di wilayahnya. Sebagaimana dimandatkan Kapolres Lotim, Desa Sukaraja menjadi tempat pembuatan pos penjagaan arus mudik karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Lombok Tengah.

"Siap! Pak Kapolres yang perintahkan langsung untuk mempersiapkan tempat, jadi kami siapkan di sini," kata Zaenuri pada Poskotantb.com, Rabu (5/5).

Selain itu, sebagai bentuk keterlibatan dan antusiasme Pemerintah Desa Sukaraja, ia siap mengerahkan seluruh anggota Badan Keamanan Desa (BKD) untuk ikut melakukan penjagaan bila diperlukan. Dengan adanya pos penjagaan di wilayahnya itu, kata dia, selain untuk memperkecil kemungkinan bertambahnya jumlah kasus Covid-19 di Lotim, juga sebagai antisipasi terjadinya tindakan kriminal di wilayah perbatasan Lotim dan Loteng.

"Kalau dibutuhkan, saya siap kerahkan anggota BKD Sukaraja untuk membantu penjagaan. Saya berharap dengan adanya pos jaga ini, selain memperkecil angka Covid-19 masuk ke Lotim juga sebagai antisipasi terjadinya tindakan kriminal," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolsek Jerowaru Ipda Abdul Rasyid menjelaskan, sistem pengamanan yang dilakukan di Pos Jaga Desa Sukaraja akan menggunakan sistem sip. Artinya akan ada pergantian personil setiap 12 jam sekali. Para personil pun nantinya akan melibatkan semua unsur baik dari pihak TNI, Polri, Pol-PP dan Dishub.

"Sistemnya nanti sip, agar pos jaga ini tidak sepi dalam 24 jam. Untuk jumlah personil sendiri masih belum ditentukan, yang jelas akan melibatkan semua unsur," kata Kapolsek.

Jika merunut arahan dari Dishub Lotim, lanjut Kapolsek, yang dikatakan mudik itu, apabila ada masyarakat yang datang dari suatu pulau masuk ke pulau lain. Sehingga yang diantisipasi bersama anggota di Pos Jaga Sukaraja adalah masyarakat yang datang dari luar pulau.

"Kalau antar kabupaten mungkin tidak jadi masalah, tapi yang kami antisipasi bersama personil nanti yang datang dari luar pulau," pungkasnya. (Iwan)