Desa Sesela Susun Profil TBC Dan Rencana Aksi Penanggulangan TBC

Acara Penyusunan Profil Desa dan Rencana Aksi Desa Dalam Penanggulangan TBC di Kantor Desa Sesela pada Selasa, (04/05).

Lombok Barat (Postkotantb.com) - Kantor Desa Sesela bersama Stop TB Partnership Indonesia (STPI) mengadakan acara Penyusunan Profil Desa dan Rencana Aksi Desa Dalam Penanggulangan TBC di Kantor Desa Sesela pada Selasa, (04/05). 

Saeful Bahri, Sekteris Desa (Sekder) Sesela menyatakan dengan dibentuknya Susun Profil TBC dan Rencana Aksi Penanggulangan TBC Pemerintahan Desa Sesela akan memberikan tata cara dan pengetahuan penanggulangan TBC. 

“ Untuk diberikan ke masyarakat, ada beberapa metode yang kami lakukan. Pertama ada. Kampaye sosialisasi ini dari Media, media sosial. Dan untuk selanjutnya kita lakukan secara langsung dari posyandu. Kita minta kader posyandu di dusun masing-masing untuk mensosialisasikan tentang pentingnya menjaga kesehatan dari serangan TB tersebut” terang Saeful Bahri. 

Lanjutnya, menceritakan kesulitan yang dialami ketika mendampingi masyarakat dalam penanggulangan TBC ini adalah masyakat enggan untuk meminum obat dan untuk itu Pemerintahan Desa Sesela dan STPI memberikan pengetahuai tentang dampak TBC kepada masyakat. 

“ Karena jujur sekali kondisi yang paling berat kita alami dari masyakat TB ini adalah masyakat enggan mengkosumsi obat dalam kurung waktu selama 6 bulan ini. Makanya perlu kiranya, untuk transfer ilmu dan pengatahuan. Dan mudah-mudahan bisa kita eksekusi di tahun 2022 agar ada semangat walaupun warga kita ini harus mengkosumsi obat selama 6 bulan berlangsung.” Tutur Saeful.

Lalu Hadi Irawan, Field Officer STPI Lombok Barat saat diwawancarai Postkotantb.com pun menjelaskan, setelah melakukan kegiatan Penyusunan Profil Desa dan Rencana Aksi Desa Dalam Penanggulangan TBC, Kader Satgas TBC akan melakukan praktek langsung dan mendampingi pasien yang terjangkt TBC.

“Setelah kegiatan ini, langsung kita lakukan praktek di lapangan, seperti penemuan kasus dilapangan, bagaimana mendampingan pasien dan nantinya akan didampingi oleh para Satgas TB yang di Desa,” terang Lalu Hadi. 

Lalu Hadi berharap  tahun 2023-2024 kasus TBC di Desa Sesela ini bisa terlesaikan dengan para kader yang sudah diberikan pelatihan dalam penanganan TBC da terjun lasngsung ke lapangan.

“ Mudah-mudahan pada tahun 2023 atau 2024, kasus TB di desa sesele ini bisa diselesaikan dengan adanya tim dan kader desa. Untuk ke depan kita akan laksakan di Desa Sesela ini untuk pelatihan kader dan di sana ada pelatihannya di lapangan menjaga septic dan menbawa pot dahak, dan kemudian mengontrol pasien,” harap Lalu Hadi . 

Terpisah, Rusman Efendi, Kepala Puskemas Sesela pun mengharapkan dengan terbuntuknya Desa Siaga TBC dengan berkolaborisi dengan STPI bisa membackup kasus TBC di Desa Sesela. “ Harapan kita nanti dari pihak STPI ini atau dari tim yang dibentuk di Desa Siaga ini bisa mengbackup penemuan kita ini di tahun 2021 terutama.” (YN)