Masyarakat Lingkar Tambang, Berharap Pembangunan Smelter Dipercepat

SMELTER: Masyarakat lingkar tambang mendesak agar pembangunan smelter dipercepat

 

Sumbawa Barat (postkotantb.com)- Masyarakat lingkar tambang kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendesak agar pembangunan proyek smelter  dipercepat.

Masyarakat lingkar tambang sangat  mengharapkan keberadaan smelter yang telah digaungkan dari era menteri Jonan mengunjungi KSB 3 tahun lalu,  keberadaan Smelter akan berdampak pada lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar,  dengan sendirinya geliat ekonomi  di  KSB secara umum dan khususnya daerah lingkar tambang kecamatan Maluk akan semakin meningkat.

''Kami ingin pembangunan smelter ini dilakukan secepatnya. Sesuai harapan yang ditunggu oleh masyarakat KSB,'' cetus salah satu tokoh masyarakat (toma)  KSB Boy Burhanudin, Kamis (20/5) kepada Postkorantb.com.

Harapan bang Boy tersebut diamini oleh Junaidi Rayes S.AP selaku Ketua Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kemutar Telu Kecamatan Maluk. Dirinya sangat mendukung penuh pembangunan  Smelter di KSB. Selama ini lanjut Junaidi, masyarakat sudah jauh jauh  hari mendukung dan menunggu terlealisasinya pembangunan smelter serta mengawal dan mendukung secara  penuh keberadaan proyek tersebut.ungkapnya.

''Sekali lagi kami mendukung penuh percepatan pembangunan Smelter yang selama ini digadang gadang akan segera dibangun di Kabupaten Sumbawa Barat ini,'' imbuhnya.

Ditempat yang sama, Citra Yull Khaidir, Ketua Lembaga Peduli Masyarakat (LPM) KSB angkat bicara dan harapannya, agar management dalam melakukan perekrutan tenaga kerja nanti, agar potensi SDM atau tenaga kerja lokal di prioritaskan oleh pihak perusahaan dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah (disnakertran) , Dengan keberadaan  smelter tersebut secara otomatis dapat menyerap tenaga kerja di kawasan lingkar tambang diluar tenaga utama atau tenaga ahli. paparnya.

''Saya harap nantinya ada sinergitas dan kerjasama yang baik, dari pihak pemda dan perusahaan, terutama keberpihakannya secara profesional dan proporsional untuk bisa merekrut dan memberdayakan tenaga kerja lokal,  untuk mengurangi angka pengangguran yang cukup tinggi di kawasan lingkar tambang,'' tandasnya. (Erwin)