Petani Desa Gumantar Peraktek Model Tanaman Tumpang Sari


Lombok Utara (Postkotantb.com) -  Sebagai tanaman utama tumpang sari dengan tanaman kacang kacangan saling bersimbiosis mutualisme. Hal ini karena tanaman kacang tanah yang mampu melengkapi kebutuhan nitrogen yang dibutuhkan tanaman jagung untuk menunjang pertumbuhan tingginya.

Untuk melakukan tumpang sari antara tanaman jagung dan kacang tanah yang sebaiknya dipilih bulan yang sudah memasuki musim kemarau, karena kemarau yang panas baik untuk pertumbuhan tanaman jagung dan kacang tanah.

Hal ini disampaikan Plt.Kadis Ketahanan Pangan,Pertanian dan Holti (DKPP -KLU), EVI Winarni,SP,M.Si, Jum’at (21/5). Berangkat dari dari keberhasilan petani binaan Dinas D KKP terhadap model tanaman jagung tumpang sari dengan kacang kacangan yang berlokasi di Desa Gumantar, Evi Winarni memerintahkan Kabid, Stafnya dan penyuluh suadaya DKPP KLU.

Mereka di perintahkan untuk turun langsung ke lokasi dalam rangka pendampingan secara kontinew, sekaligus menyerap aspirasi petani itu sendiri. Mereka terdiri dari Kabid Peternakan,Raden Adi Dharmawangsa, SPt, Plt.Kabit Pertanian Sugiartadi,SP, Aki Suharti,SPt. Wakil Komisi Penyuluhan, Jaharudin,S.sos, Jum’at (21/5).

Kepada wartawan lombokhijaunews.com salah satu wakil petani yang merangkap Kepala Dusun -Amor Amor, Ahmad Sopyan Alyubi, S.Pt, mengatakan, bahwa rata rata petani di wilayahnya mengaku sudah lama melakukan penerapan Pola tanam sistim tumpang sari ini.

Ahmad Sopyan menambahkan, Ia merasa bersyukur atas upaya yang di lakukan masyarakt petani di wilayahnya, sehingga mereka rata rata tidak kesulutan dengan biaya sehari hari dan biaya sekolah anak mereka. Dimana, lanjut Sopyan dari hasil satu jenis tanaman tumpang sari seperti, kacang kacangn saja sudah lebih dari cukup, ungkapnya.

Hal senada juga di sampaikan petani yang lain, Bpk. Yardi, Ia menuturkan hasil tanaman jagung saja pada luasan 6 hektare mencapai produksi 29 ton dengan nilai jual rata rata Rp 4.500/kg. Total harga (29 ton)Rp otal jual mencapai Rp 130.500.000,- 

Total biaya keseluruhan sekitar Rp 47.000.000.- Itupun belum termasuk kacang kacangan seperti kacang tanah, kacang tolo,dll. Sementara tanaman lain berupa, Cabe rawit, Tomat,Terong panjang untuk kensumsi sendiri.

Ke empat tugas pertanian yang turun ke lapangan masing masing menjelaskan tentang tahapan pengolahan lahan, jenis bibit, jarak tanam, hingga perawatan dan panen jagung yang saat ini sedang berlangsung di KLU, tutupnya.(YN)