Petani Di Kawasan Tadah Hujan Butuh Sumur Bor Dan Pipanisasi

Lalu Ahyar menerima masukan warga saat reses di dapil IV Praya Barat dan Praya Barat Daya Minggu (09/05)

Lombok Tengah (Postkotantb.com) - Bertani masih menjadi penghasilan terbesar masyarakat di Kecamatan Praya Barat dan Praya Barat Daya, atau di dapilnya.

Untuk mempertahankan hal itu, masyarakat khususnya di tadah hujan, disekitar BS 8 dan 9 di Desa Penujak Kecamatan Praya Barat, hal ini terungkap saat acara reses berlangsung.

Sangat membutuhkan sumur bor, dan memaksimalkan pipa aliran yang sebelumnya sudah ada. " Sawah yang tak bisa terairi air bendungan batujai, satu satunya langkah yang diminta masyarakat adalah dibangunkan sumur bor dan memaksimalkan pipanisasi yang sebelumnya sudah ada," kata anggota DPRD dapil IV Praya Barat Praya Barat  Daya Loteng Lalu Ahyar. Ahad (9/5).

Setelah dimaksimalkan pipa tersebut, masyarakat membutuhkan tower penampung air. Selain itu bagi sawah yang tadah hujan, pihaknya meminta agar menanam benih yang masa panennya lebih pendek. Seperti benih trisakti dan hibrida mapan, termasuk pihaknya juga menyarankan menanam selain padi, yang tidak membutuhkan air besar.

Selain sektor pertanian lanjutnya, konstituennya juga berharap kerajinan khususnya di Desa Penujak, mendapatkan perhatian pemerintah, terutama dalam memasarkan hasil kerajinan mereka.

"Saya rasa semua orang sudah mengenal kalau Desa Penujak penghasil gerabah. dan mereka butuh bantuan pemerintah," ungkapnya.

Sedangkan sektor pariwisata, para pemuda membutuhkan perhatian pemerintah, paling tidak di lakukan penguatan tentang pariwisata. Sehingga nantinya tidak menjadi penonton di rumah sendiri, terutama setelah KEK Mandalika beroperasi. "Yang jelas semua permintaan konstituennya, akan diakomodir, demi kemaslahatan dan peningkatan perekonomian demi kesejahteraan masyarakat," tutupnya (AP)