Satlantas Klaim, Insiden Wartawan di Bima Disebabkan Salah Paham

Kasatlantas Polres Bima Kabupaten, IPTU Niko Herdianto, S.T.K.,SIK.

 Bima (postkotantb.com)- Polres Bima Kabupaten, melalui Kasatlantas Polres Bima Kabupaten menyampaikan klarifikasi terkait insiden wartawan media online, voicemuslim. com, Irfan yang melibatkan Kanit Patwal, AIPTU Agus Supriyadi.

Insiden yang terjadi saat pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2021, Sabtu (8/5), sebelumnya diberitakan oleh sejumlah media sebagai kasus pemukulan dan bahkan penganiayaan yang menyebabkan wartawan mengalami luka. Pemberitaan tersebut dinilai Polres Bima Kabupaten, jauh panggang dari api.

"Insiden itu bermula saat pelanggar komplain penilangan yang dilakukan oleh anggota kami,"ungkap Kasatlantas Polres Bima Kabupaten, IPTU Niko Herdianto, S.T.K.,SIK.

Dikonfirmasi Minggu (9/5), Niko mengaku, Insiden tersebut dilatarbelakangi kesalahpahaman yang menyebabkan, anggota terlibat cek cok mulut dengan wartawan media online yang juga sebagai pengendara kendaraan roda empat.

Karena tak terima ditilang, lantaran tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat dalam berkendara, seperti SIM.

"Pelanggar mempertanyakan plang atau tanda yang menunjukkan adanya operasi. Kanit Patwal tidak melakukan pemukulan berkali-kali sampai meninggalkan luka memar di wajah," bebernya.

Sementara itu, Kapolres Bima Kabupaten, AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, S.I.K., menegaskan, Operasi Ketupat Rinjani 2021 yang dilaksanakan jajarannya sudah sesuai dengan SOP.

Pihaknya pun telah melakukan koordinasi dengan pimpinan redaksi beserta wartawan voicemuslim.com untuk bertemu dengan anggota satlantas guna memberikan kejelasan informasi tentang fakta kejadian.

"Sayangnya, hingga minggu siang ini baik saudara Irfan maupun pimpinan redaksi dari voice muslim belum bisa dikonfirmasi,” jelas Kapolres.

Kendati demikian, lanjut dia, Polres Bima Kabupaten akan melakukan investigasi secara internal dengan memanggil petugas yang terlibat, beserta para saksi untuk dimintai keterangan mengenai kejadian yang sebenarnya.

"Sehingga dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Kita juga persilahkan kepada rekan-rekan wartawan yang ingin melakukan konfirmasi terkait masalah ini. Biar tidak simpang siur informasinya,” pungkasnya.(SFM/RIN)