100 Hari Kerja, 4 SKPD Dapat Rapot Merah,Ini Kata Bupati Loteng .

Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri



LOTENG (Postkotantb com)- Sabtu 5 Juni lalu, tepat program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng). Dalam program 100 hari kerja tersebut, ditemukan ada Empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang mendapatkan kartu merah dari orang nomor satu di Loteng ini.

Kendati merah, namun Bupati Loteng tidak lantas naik pitam, namun meresponnya dengan baik dan memberikan Pembinaan.

Bupati Loteng HL. Pathul Bahri mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada jajarannya yang telah berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan melaksanakan tugasnya dengan baik.

Kendati dari beberapa SKPD yang ada, ada yang masih belum memenuhi target, namun pihaknya yakin, segala usaha sudah dilakukan dan itu harus dihormati.

"Capaian program 100 hari kerja sudah sukses, kendati ada Empat SKPD masih di bawah target, namun saya tetap menghargai perjuangan dan usahanya," ungkapnya, saat memimpin rapat evaluasi program 100 hari kerja di Ballroom Kantor Bupati, belum lama ini.

Diakuinya, pihaknya menyadari saat ini semua program tidak bisa dikerjakan 100 persen, lebihnya lagi terkendala Covid-19, namun pihaknya tetap bersyukur atas usaha dan loyalitas seluruh SKPD, yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Hanya malaikat saja yang sempurna jadi kita fahami kendala dan alasan SKPD ada yang tak tuntas dalam program 100 hari kerja” tegasnya

Kendati demikian lanjut Politisi Gerinda ini, pihaknya tetap berharap agar SKPD yang masih merah untuk tetap melanjutkan program yang belum tuntas.

“Jangan berhenti sampai disini, harus terus dilanjutkan sampai tuntas” imbuhnya.

Disebutkan, empat SKPD yang masih merah diantaranya BPKAD yakni program pemetaan rencana pemanfaatan aset gedung pemerintah baru 30,05 %.

Dinas Kesehatan yakni digitalisasi model rujukan pasien ke RSUD Praya 50 %. Dinas PUPR yakni program fasilitasi pembukaan jalan baru bagi jalan terisolir 0%. Dan RSUD menyiapkan persyaratan tipe B baru 15 % saja. Pungkasnya (AP)