Diisukan Calo SK Bupati Gentayangan, Ini Pesan PLT Disdik Loteng.

 

PLT Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng HL Muliawan

LOTENG, (Postkotantb.com) - Jelang keluarnya Surat Keterangan  (SK) Bupati Lombok Tengah (Loteng), kepada Guru Tidak Tetap (GTT), baik di GTT SD ataupun SMP. Pihak Dinas Pendidikan (Disdik), terus melakukan validasi data, mengingat beberapa GTT sebelumnya ada yang sudah diangkat PNS, P3K, meninggal dunia serta ada juga yang sudah mengundurkan diri sebagai pendidik.

Ditengah validasi data, isu calo SK Bupati Loteng mulai menyeruak dan tercium, anehnya lagi, isu calo tersebut berasal dari pejabat, yang saat ini tercatat sebagai ASN dilingkup dinas pendidikan Loteng.

Menanggapi adanya isu tersebut, PLT Kadis Disdik Loteng HL. Muliawan menegaskan, sampai saat ini, isi tersebut belum ia dengar dan pihaknya tetap fokus pada validasi data GTT.

"Saya belum dengar ada isu calo GTT, apalagi isunya dari karyawan internal, malah kita sedang fokus pada pemutakhiran data penerima GTT," ketusnya saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya, Senin (7/6).

Seandainya ada,lanjutnya, pihaknya berharap untuk jangan didengarkan dan dilaporkan saja. Sebab yang berhak menerima SK Bupati untuk GTT, tetap disesuaikan dengan masa kerjanya, disesuaikan dengan usulan dari masing masing sekolah.ungkapnya.

Sebab semua nama nama GTT sudah masuk dalam Dapodik, tentu sudah barang pasti masuk, artinya setiap orang sudah memenuhi persyaratan, wajib  mendapatkan SK tersebut.jelasnya

"Silahkan laporkan jika ada yang mengaku,pihaknya siap membantu untuk dapatkan SK bupati dan kalau ada yang minta uang, kami akan proses dan nama pelapor wajib kami jaga dan rahasiakan" janjinya.

Selanjutnya jumlah SK Bupati untuk GTT, tidak jauh beda dengan pengangkatan sebelumnya,. Dimana jumlah sebelumnya sebanyak 2867 GTT.

 "Jumlah penerima SK GTT sudah jelas, hanya saja kita lakukan validasi data, mengingat ada GTT yang sudah diangkat jadi PNS, P3K meninggal dunia hingga mengundurkan diri. Inilah yang sedang kami validasi, sehingga nantinya tidak dobel atau ganda" tutupnya. (AP)