Gedung Galeri Produk dan Pencucian Sarang Burung Walet, Yayasan Ammar Sasambo NTB Diresmikan

PERESMIAN; Dewan Kerajinan Nasional Daerah ( Dekranasda) NTB Hj.Niken Saptarini Widyawati memotong pita saat meresmikan Pencucian Sarang Burung Walet

LOTENG (Postkotantb com)- Yayasan Ammar Sasambo NTB, Dusun Tegal Desa Kateng Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), memasuki babak baru.

Jum'at (18/06), Gedung Galeri Produk dan Pencucian Sarang Burung Walet, Yayasan Ammar Sasambo NTB Diresmikan.

Hadir dalam peresmian tersebut, ketua Yayasan Amar Sasammbo NTB Drs HL. Saswadi. Asisten 1 Pemprov, Bupati Loteng, sejumlah kepala perbankan dan beberapa undangan lainnya.

Dalam sambutannya ketua yayasan Ammar sasambo mengatakan, acara ini dirancang satu bulan lalu sambil mencari waktu yang tepat. Oleh karenanya, jika ada kekurangan mohon dimaklumi.

"Acara ini kita kemas dengan sederhana, sehingga kami atas nama panitia mohon maaf jika ada salah," katanya.

Dikatakan, yayasan Ammar sasambo berdiri tahun 2018. Tapi Alhamdulillah sudah mampu mensejajarkan diri dengan yayasan yang sudah berdiri sebelumya.

Yayasan sasambo saat ini telah menaungi Raudlatul Atfal dan MI dan insyaallah kedepan akan melahirkan lembaga pendidikan yang setara dengan madrasah Tsanawiyah.

Selain di bidang formal, yayasan Ammar sasambo juga telah membuka Tahfiz dan Alhamdulillah jumlah hafiz yang di karantina lebih dari 50 orang.

Sementara itu Presiden Internasional Ammar Sasambo Lalu Buntaran Ading Walet mengatakan, saat ini jumlah cabang walet se NTB sebanyak 360, sedangkan di pusat walet, di Desa Kateng terdapat 90 gedung walet.

"Saat ini diluar Loteng, Kabupaten Lombok Utara paling banyak cabang. Dan saat ini jumlah cabang Ading walet, sebanyak 360 gedung walet, tersebar di seluruh NTB," katanya.

PELETAKAN BATU PERTAMA; Bupati Loteng HL.Pathul Bahri,meletakkan batu pertama pembangunan asrama Tahfiz Ammar Sasambo Ading Walet Inyernasional

Selain Budi daya walet, pencucian burung walet se Indonesia juga hanya ada di Desa Kateng. "Jika ada niat baik, insyaallah, Allah pasti membukakan jalan, artinya untuk pencucian sarang walet, saat ini di Indonesia hanya ada di kampung terpencil, yakni di desa Kateng," ujarnya.

Dikatakan, jika dulu Indonesia hanya bisa mengimpor sarang walet masih baku, sekarang mengirim sarang walet berbentuk kemasan sudah bisa dilakukan dan itu ada di Yayasan Amar sasambo. " Terima kasih kepada pihak yang telah membantu, terutama perbankan seperti bank BRI, BI BPD dan sejumlah pihak lainnya," ungkapnya.

Deputi BI NTB yang diwakili Iwan Kurniawan, kesuksesan adalah milik bersama, Pihaknya atas nama kepala deputi BI cabang NTB, mengucapakan selamat kepada yayasan Ammar sasambo, yang telah melibatkan BI dalam Budi daya walet.

Sementara itu Bupati Loteng HL. Pathul Bahri mengaku, bisnis walet memiliki peluang sangat besar, dalam membuka lapangan pekerjaan.

Pasalnya sarang walet di pasaran dunia sangat menjanjikan, di mana satu kilo di Cina harganya sudah tembus Rp 22 juta. "Terimakasih kepada adinda Ading walet, yang telah memiliki tekad mengembangkan sarang walet, yang nantinya mampu membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi jumlah pengangguran khususnya di Loteng," katanya.

Dikatakan, satu yang membuatnya sangat tertarik, di samping memiliki progres besar kedepan, yayasan Ammar sasambo telah membuka program Tahfiz, dan inilah yang sangat luar biasa. Bisnis sarang burung walet, dibarengi dengan para pecinta Al Qur'an.

"Allah telah berjanji, barang siapa yang mengayomi para Hifzil Qur'an, insyaallah Allah akan selalu memberikan yang terbaik. Dengan adanya yayasan Hifzil Qur'an, saya oftimis usaha sarang burung walet ini akan cepat berkembang dan go internasional," yakinnya.

Selain itu, menjadi go internasional tidaklah sulit apalagi sekarang Loteng sedang menjadi sorotan dunia, setelah dibangunnya MotoGP di KEK Mandalika di Kuta Kecamatan Pujut.

"Pada intinya apapun usaha yang akan kita kembangkan, insyaallah cepat berkembang dan banyak dibutuhkan, apalagi kelak setelah MotoGP ini diresmikan," ungkapnya.

Oleh karenanya, dalam kesempatan ini pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat, memanfaatkan peluang ini, dengan sebaik baiknya.

Sementara itu Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan, pencucian sarang burung walet bisa menjadi batu loncatan industri baru di NTB. 

"Melihat peluang komoditas ekspor yang besar, industri pencucian sarang burung walet dapat menyejahterakan masyarakat," ujarnya. 

Bunda Niken berharap, industri pengolahan dan perusahaan ekspor yang baru memulai langkahnya ini dapat menyerap tenaga kerja, memberikan manfaat dan potensi ekonomi baru. 

Setelah acara peresmian, orang nomor satu di Loteng ini, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Tahfiz yayasan Ammar sasambo di Dusun Tegal Desa Kateng Kecamatan Praya Barat Loteng.  (AP)