Jalur Menuju Tiga Destinasi Wisata Desa Sesaot Dibenahi

Kepala Desa Sesaot, Yuni Hariseni, S. Pd

Tak Perlu Skema Baru, Cukup Perketat Prokes

Lombok Barat (postkotantb.com)- Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, menjadi salah salah satu dari 79 desa yang mendapatkan kado istimewa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Kado tersebut berupa hak untuk mengelola anggaran sebesar Rp. 400 juta sampai Rp. 600 juta. Hak tersebut diberikan Menteri PDTT, dalam rangka membantu sarana dan prasarana untuk pembangunan desa wisata.

"Kami sangat bersyukur sekali dengan adanya bantuan Menteri Desa. Sarana dan prasarana yang kami harapkan akhirnya bisa kami kerjakan di tahun 2021 ini," ungkap Kepala Desa Sesaot, Senin kemarin.

Kata Yuni, akses yang akan dibangun merupakan jalur penghubung antara Desa Buwun Sejati dan Desa Sesaot. Di mana jalur tersebut merupakan akses menuju tiga destinasi wisata domestik di desa tersebut. Antara lain, air Terjun Samporonan, Kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan lokasi Camping Ground. Kini, jalur ini tengah dalam proses pembenahan.

"Akses ini pun akan dimanfaatkan untuk jalur bersepeda," ujarnya.

Di sisi lain kata Yuni, meski telah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, pihaknya tetap berupaya mencari solusi agar bantuan sarana dan prasarana seimbang dengan progres  kunjungan wisatawan domestik. Karena selama pandemi Covid 19, statistik kunjungan wisata di desa ini, penurunanya sangat signifikan.

"Sebagaimana yang kita ketahui, selama korona ini, tempat-tempat wisata kami sepi pengunjung. Sehingga dibutuhkan pemulihan," imbuhnya.

Berkaitan dengan pemulihan kunjungan wisata, pemerintah desa setempat tidak membutuhkan skema baru. Karena, kendala utama yang dihadapi ialah pandemi covid 19. Sehingga, pihaknya mengambil langkah memperketat penerapan protokol kesehatan.

Yakni dengan meningkatkan imbauan, baik melalui media, maupun secara langsung di setiap pintu masuk lokasi wisata. Namun, upaya demikian, tidak akan berjalan maksimal jika pengunjung, pengelola sekaligus para pedagang yang membuka usaha di Lokasi wisata tidak bersinergi.

"Apabila kesadaran muncul dari masing-masing indifidu, insha Allah jumlah pengunjung akan kembali normal. Pemerintah daerah sudah berupaya untuk menekan penyebaran korona. Sekarang bagaimana dengan kita. Jangan sampai karena kita lalai kita akhirnya terpapar oleh serangan virus," imbaunya.(RIN)