Kepala Kanmenag Loteng, Lantik 10 Kepala Madrasah.


LOTENG, (Postkotantb.com)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), H. Zamroni Aziz melantik 10 Kepala Madrasah (Kamad) negeri dilingkup wilayah kerjanya.

Pelantikan tersebut dipusatkan di aula kantor kemenag setempat, Kamis (10/6).

10 Kamad tersebut masing masing Kepala MTsN 1 Loteng yang sebelumnya dijabat H. Abdul Fatah diganti Masdiono yang sebelumnya menjabat sebagai kepala di MTsN 2 Jonggat Loteng.

Kepala MTsN 2 Loteng yang ditinggal Masdiono di jabat Nasruddin Mansur, yang sebelumnya kamad MTsN 5 Loteng.

MTsN 3 Loteng H. Suhirman sebelumnya kamad MIN 2 Loteng. MTsN 4 Loteng Lalu Khaeri Asmuni, yang sebelumnya dijabat Akhyar.

MTsN 5 Rustam yang sebelumnya jadi kepala MAN 3 Loteng dan MTsN 6 dijabat oleh Faizin, sebelumnya sebagai guru di MAN I Loteng.

Selanjutnya MIN 1 Loteng dijabat Mahruf Rufyan atau kepala tetap. MIN 2 Loteng dijabat Abdurrahman yang sebelumnya jadi kepala di MIN 3 Loteng, MIN 3 Loteng dijabat oleh Munawir Halil sebelumnya sebagai guru di MIN 3.

Kepala Kanmenag Loteng H. Zamroni Aziz mengatakan, pergantian pimpinan dalam sebuah lembaga, itu sebuah hal yang biasa. Artinya tidak perlu di hebohkan.

"Pergantian pimpinan itu biasa kok," sebutnya.

Dikatakan, dari semua kepala Madrasah yang dilantik, telah melalui proses panjang, seperti asesmen dan yang lainnya. Dari hasil asesmen tersebut, itulah sebagai bahan evaluasi dan ditetapkan sebagai kepala.

"Menentukan kepala tidak seperti yang kita sangka, atau sok melantik, tapi ada beberapa tahapan yang sudah dilalui para kepala dan hasilnya itu diserahkan ke Kanwil Kemenag, dari hasil evaluasi pak kanwil itulah sebagai bahan menentukan layaknya dilantik," katanya.

Selanjutnya kepada para kepala yang dilantik, baik yang masuk dalam promosi jabatan ataupun yang diroling.

Pihaknya berharap mampu membuat gebrakan baru, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di masing masing tempat tugas yang sudah di berikan.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar jangan melupakan program yang sudah dilaksanakan kepala sebelumnya dan bila perlu itu dilanjutkan, jika dinilai layak untuk dilanjutkan.

"Jangan lupa gandeng seluruh stuck holder, toga Toma di sekitar madrasah tempat tugas, sehingga nantinya terjalin komunikasi yang baik," ungkapnya.

Ketua GP Ansor NTB ini menambahkan, selain Prestasi peningkatan fisik madrasah juga tak kalah pentingnya jadi pemikiran.

Carilah berbagai macam trobosan, diluar anggaran yang sudah ada. Sehingga nantinya inovasi madrasah selalu berkembang, tanpa mengandalkan anggaran yang sudah pasti.

"Kamad yang baik, adalah kamad yang memiliki inovasi tiada henti, dalam berbuat kebaikan demi meningkatkan mutu pendidikan," tutupnya. (AP).