Produksi Upal, Pecatan Polisi Beserta Residivis Ditangkap

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto S.I.K M.Si menggelar konferensi Pers di Mako Polda NTB, Selasa (6/7).

Mataram (postkotantb.com)-  Tim Puma Polda NTB, berhasil mengungkap kasus uang palsu (Upal) di Desa Sedayu, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, Jumat (2/7) lalu. 

Dalam kasus ini Polisi berhasil menangkap dua orang pelaku berinisial MR (43) mantan anggota polisi yang dipecat beberapa tahun lalu dan JWA (34), seorang residivis pemalsuan surat kendaraan seperti STNK dan BPKB.

Tim Puma meringkus kedua pelaku di rumah mantan anggota Polisi berinisial MR di Desa Sedayu yang sekaligus dijadikan sebagai tempat produksi upal tersebut. Sementara JWA bertugas sebagai ahli pemalsu uang.

Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto S.I.K M.Si pada konferensi Pers di Mako Polda NTB, mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan dari warga yang menerima uang palsu tersebut. 

"Mereka baru berhasil mengedarkan sebanyak 700 ribu saja, sementara yang sudah di Produksi sekitar 7 jutaan," terangnya, Selasa (6/7).

Para pelaku, lanjut dia, baru menggunakan sebagian dari hasil produksi uang palsu untuk bermain judi dan kendaraan yang sempat digadai. Sebagian dari hasil produksi uang palsu tersebut mereka baru memakainya untuk main judi dan menebus kendaraan yang sempat digadai.

Atas perbuatannya, kedua pelaku ini terancam dijerat Pasal 244 KUHP dan atau Pasal 245 KUHP dan atau Pasal 36 dan atau Pasal 37 UU 7/2011 Jo, tentang pembuatan uang palsu, mengedarkan, dan membelanjakan uang palsu dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Di sisi lain, dia berharap, bagi masyarakat yang sempat mendapatkan uang palsu agar segera melaporkan ke pihak kepolisian. "Atau langsung datang ke Bank Indonesia (BI) agar peredaran Uang Palsu bisa di berantas di Negara Ini, terlebih di NTB," imbaunya.

Sementara Kepala Bidang Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah perwakilan BI Mataram, mengungkapkan, untuk dapat mengetahui Uang Palsu Atau tidak, langkah awalnya, adalah, cukup dengan mengenali uang asli secara detail ciri uang asli, dengan cara dilihat, diterawang dan diraba.

"Sebab kalau uang palsu susah ditebak," pungkasnya.(SFM/RIN)