Sholat Ied Warga Muslim GPI Dengan Protap Covid Yang Ketat

Mataram (postkotantb.com)- Warga muslim Lingkungan Griya Pagutan Indah Mataram melaksanakan shoalt id di lapangan terbuka. Shalat Idul Adha kali ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat mulai dari menggunakan masker, mengatur jarak antar jamaah, pengukuran suhu badan, penyemprotan disinfektan dan handsanitizer, Rabu (21/7) kemarin.

Pantauan Poskotanews.com sejak pukul 06.20 WIB di arena sholat ied, gema suara takbir sudah berkumandang seraya menunggu waktu salat. Terlihat beberapa warga Muslim pun bergegas untuk mengambil tempat dalam melaksanakan sholat.
Shalat ied dimulai sekitar pukul 7.00 WIB yang diawali dengan laporan ketua Panitia pelaksana Idul Adha dan Qurban dan dilanjutkan dengan khotbah idul Adha.

Adapun yang bertindak selaku khotib sekaligus Imam yakni Ustadz H.Lalu Helmi,Husain, Lc. MA, Pengasuh Pondok Pesantren Selaparang Kediri yang sehari hari bertugas di Kementerian Agama kabupaten Lombok Barat.
Pelaksanaan sholat ied tahun 2021 ini menurut Ketua Panitia pelaksana, dilaksanakan dengan protocol kesehatan yang ketat guna menghindari penyebaran covid-19.

“Para Jamaah shoalt ied diwajibkan untuk pakai masker dan panitia juga menyiapkan hand sanitizer, serta pengukur suhu tubuh” kata Salahuddin yang akrab disapa Dae Ompu.

Hal senada dijelaskan Ketua Takmir Masjid Al Ahwan Griya Pagutan Indah, Ustadz DR. H. Maimun Zubair M.Pd. Dikatakannya, pelaksanaan salat Idul Adha dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat ini merupakan langkah Pemerintah Kota Mataram agar masyarakat bisa tetap menjalankan Shalat Idul Adha dengan nyaman guna menghindari penularan Covid-19.

“Masyarakat Kota Mataram khususnya di Lingkungan Griya Pagutan Indah Mataram punya keinginan yang sangat kuat untuk bisa melaksanakan salat Ied. Oleh karena itu Takmir Masjid dan Panitia pelaksana berkoodinasi dengan Tim Penaganan Covid-19 tingkat kelurahan untuk bisa melaksanakan shalat Ied tetapi dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ada,” jelas Dosen senior di UIN Mataram ini.

Ustadz H. Maimun Zubair menguraikan, Idul Adha merupakan momen keteladanan dalam beramal, keteladanan tentang berbakti kepada orang tua dan cara mendidik anak, dan keteladanan dalam memupuk rasa peduli terhadap kondisi masa depan bangsa dan negara serta keteledanan berkurban dalam menegakkan silaturahmi dan syiar agama Allah SWT.

Salat Idul Adha di Lingkungan Griya Pagutan Indah Mataram ini turut dihadiri Lurah Pagutan Barat Drs. Nasrullah, AM, Cahya Samudra (Camat Sekarbela Mataram) serta Lurah Selagalas Mataram Yusrin Rato beserta sejumlah Doktor dan Professor (Guru Besar) Universitas Islam Negeri UIN) Mataram.

Usai sholat id dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban berupa sapi 16 ekor dan kambing sebanyak 7 ekor. Hewan Qurban sebanyak 23 ekor ini berasal dari warga Muslim Griya Pagutan Indah yang diserahkan kepada panitia pelaksana. Lebih dari 1000 paket daging qurban telah dibagikan kepada warga masyarakat.

Semarak idul Adha dan Qurban tahun 2021 di Lingkungan Griya Pagutan Indah Mataram berjalan lancar dan dan aman dengan tetap mengikuti protocol kesehatan yang ketat guna menghindari penyebaran Covid-19,” kata Salahuddin. (*)