Kasek SMAN 1 Jonggat Inisiasi Pembagian Daging Qurban Dengan Latihan Manasik Haji

Lombok Tengah (Postkotantb.com)- Perayaan Idul Adha atau yang sering disebut hari raya qurban, bagi keluarga besar SMAN 1 Jonggat Lombok Tengah (Loteng), tahun ini cukup unik dan berkesan. 

Pasalnya, tumben perayaan tahun ini pihak sekolah menyiapkan dua ekor sapi untuk di qurbankan, uniknya lagi, sembari menunggu hewan qurban dibagikan, terlebih dahulu dilakukan latihan manasik haji, yang sudah di siapkan panitia di halaman sekolah setempat.

"Kita sudah siapkan tempat latihan manasik haji di halaman sekolah, masyarakat yang sudah menerima kupon kita ajarkan bagaimana caranya sebelum dagingnya dibagikan, kita latih masyarakat bagaimana caranya melaksanakan ibadah haji," kata kepala SMAN 1 Jonggat Dr Dian Iskandar Jaelani kemarin.

Memberikan pemahaman terkait haji, itu tetap mengedepankan Prokes kesehatan. Mengingat saat ini kita sedang dihadapkan dengan musibah Covid-19. 

"Latihan haji sambil menunggu daging dibagikan, itu bagian dari strategi mendapatkan pahala berlipat ganda, artinya sekali kerja dua pahala yang kita dapatkan, yakni dari berkurban dan melaksanakan manasik haji dan kita tetap kedepankan Prokes kesehatan," terangnya.

Selanjutnya untuk berkurban sendiri, kali ini pihak sekolah sudah menyiapkan dua ekor sapi, yang dibeli melalui urunan guru dan karyawan dan yang satunya hasil kumpulan 7 orang guru.

"Untuk hewan kurban yang berasal dari urunan guru, itu adalah tradisi setiap tahun dilakukan, dan itu kita potong hari ini (Kemarin red) dan langsung kita bagikan ke masyarakat di sekeliling sekolah. Sedangkan pemotongan besok pagi (Hari ini Red), itu hasil kumpulan 7 orang guru," paparnya.

Untuk yang hari besok (hari ini red) lanjutnya, ada dua mekanisme pembagian yang akan dilakukan, pertama di bagikan di sekeliling sekolah bagi yang belum dapat dan sebagiannya akan dibawa oleh 7 orang guru untuk dibagikan di rumah mereka masing masing. 

Dikatakan, mengambil hikmah dari berkurban ini, disamping anjuran agama dan ini juga bagian dari sebuah pembelajaran dan mendekatkan diri kepada Allah, serta mengajarkan seluruh keluarga besar SMAN 1 Jonggat untuk bisa bersosial dengan masyarakat di sekeliling sekolah.

Sementara itu Mari'an Zuzanti pembina olimpiade Fisika sekaligus penggagas kurban yang berasal dari 7 orang guru ini mengaku, besarnya faidah dan manfaat melaksanakan qurban, sehingga pihaknya berinisiatif dan mengajak 6 orang guru untuk mengumpulkan sama sama Rp 2 juta, dan selanjutnya itu dipakai membeli 1 ekor sapi.

Dijelaskan, dalam Al-Qur’an disebutkan, menyembelih hewan kurban adalah bagian dari syiar Allah yang selayaknya diperhatikan dan diagungkan oleh semua kaum Muslim.

Karena siapa pun yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka hal itu menunjukan bahwa dia bertakwa kepadanNya. Sesuai disebutkan dalam surah Alhajj ayat 36, yang artinya “Dan telah kami jadikan untuk kalian unta-unta itu sebagian dari syiar Allah.”

Selain itu dalam surah Alhajj ayat 32, Allah juga berfirman yang artinya “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.

Ditambahkan, mengagungkan syiar Allah, dengan cara berkurban itu dianjurkan karena mengandung banyak keutamaan. Diantaranya pertama, berkurban adalah amalan yang paling dicintai Allah pada hari Idul Adha. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Hakim, Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Sayidah Aisyah, Nabi Saw. Yang artinya 

“Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah dibanding mengalirkan darah dari hewan kurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.”

Ke dua, mendapat kebaikan sebanyak bulu hewan yang dijadikan kurban. Dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Zaid bin Arqam, yang artinya “Para sahabat bertanya kepada Nabi Saw., ‘Wahai Rasulullah, apakah maksud dari hewan-hewan kurban seperti ini?. Beliau menjawab; ‘Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Nabi Ibrahim.’ Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan kami dapatkan dengannya?’ Beliau menjawab; ‘Setiap rambut terdapat satu kebaikan.’ Mereka berkata, ‘Bagaimana dengan bulu-bulunya wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: “Dari setiap rambut pada bulu-bulunya terdapat sutu kebaikan.”

Dan yang terakhir adalah, menghapus dosa kecil. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Hakim dari Imran bin Hushain, Nabi Saw yang artinya “Wahai Fatimah, bangkit dan saksikanlah penyembelihan kurbanmu, karena sesungguhnya setiap dosa yang telah kamu lakukan akan diampuni dalam setiap tetesan darah yang mengalir dari hewan kurban tersebut. Kemudian katakanlah; ‘Sesungguhnya salatku, ibadahku (kurban), hidupku dan matiku hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan oleh karena itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang yang berserah diri.’ Imran bin Hushain berkata; ‘Saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah keutamaan ini hanya khusus bagimu dan keluargamu, atau kepada seluruh umat Muslim?. Nabi Saw. menjawab; ‘Tidak, tapi untuk seluruh kaum Muslim.’”

Dengan demikian, berkurban selain untuk mengagungkan sebagian syiar Allah, juga agar mendapatkan keutamaan kurban. Ada banyak keutamaan kurban, di antaranya adalah dicatat sebagai amalan terbaik di hari Idul Adha yang paling dicintai Allah, mendapat kebaikan sebanyak bulu hewan kurban dan mendapatkan ampunan dosa. (AP)