Pasokan dari Depo Pertamina Berkurang, Polsek dan Danramil Pratim Tertibkan Antrean

Lombok Tengah (Postkotantb.com)- pekan ini, di sejumlah SPBU di Lombok Tengah (Loteng), khususnya di SPBU Mujur Praya Timur Loteng, sering mengalami antrian panjang.

Hal itu terjadi lantaran Bahan Bakar Minyak (BBM), seperti Premium, Pertalaite, depot dan solar langka, disebabkan terjadinya pengurangan pendistribusian stok BBM,  oleh pihak depo Pertamina.

Atas hal tersebut, guna mengantisipasi terjadinya kemacatan dan pengambilan keuntungan oleh orang orang tertentu, Selasa malam, tim dari Polsek Praya Timur yang di pimpin oleh Polsek Praya Timur IPTU Sayum, yang dibantu Kepala Senter Pelayanan 3 Polsek Aiptu Tugus Sony Mutoyo dan beberapa anggota lainnya, lakukan penertiban di SPBU Mujur.

Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho melalui Kapolsek Praya Timur IPTU Sayum mengatakan, setelah mendapatkan informasi terkait pengurangan pasokan BBM dari depo Pertamina, pihaknya bersama anggota langsung terjun ke SPBU Mujur, yang berada di timur kantor Polsek Praya Timur, guna melakukan pengamanan dan penertiban, atas antrian panjang.

"Setelah mendapat informasi pengurangan pasokan BBM, saya langsung turun mengecek bersama anggota. Di jalan raya sempat macet disebabkan antrian Dum Truk dan para pengecer BBM, dan kami lakukan penertiban sembari memberikan tawaran guna mengurai terjadinya kemacatan," katanya.

Dikatakan, di SPBU pihaknya langsung memerintahkan Kepala senter pelayanan 3 Polsek Aiptu Tugus Sony Mutoyo untuk menjelaskan penawaran tersebut kepada para sopir Dum Truk dan pembeli yang menggunakan jerigen.

Dimana penawaran tersebut lanjutnya, masing masing Dum Truk diberikan jatah seharga Rp 400, bagi Dum Truk yang mengisi dibawah Rp 400, maka sisanya akan dialihkan ke jerigen para pembeli yang lain. 

Setelah disepakati, akhirnya para antrian pemilik cerigen, berangsur angsur menjauh dari tumpukan cerigen yang sudah mereka taruh di SPBU dengan rapi.

"Alhamdulillah baik sopir ataupun pembeli dengan menggunakan cerigen paham dan mereka tidak berkerumunan lagi," terangnya.

Melahirkan penawaran itu lanjut Kapolsek yang belum genap 3 bulan menjabat ini, pasalnya Tanki Dum Truk isinya Rp 400 ribu, dan otomatis tidak semua Tanki Dum Truk dalam kondisi kosong, sehingga pastinya banyak yang tersisa dari harga penawaran, sehingga sisanya, dialihkan ke cerigen yang sudah tersusun rapi.

"Kita juga sudah ingatkan ke petugas, agar mengisi cerigen yang sudah tersusun rapi, sesuai dengan aturan tempat cerigen masing masing," tutupnya. (AP).