KPID diminta Kawal Siaran dan Transformasi TV Digital

BINCANG HANGAT: Usai menyambut KPID NTB, Rabu (8/9), Gubernur NTB berdiaolg banyak hal terkait Transformasi TV Digital.

 POSTKOTANTB, Mataram- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), merupakan lembaga independen strategis yang menjamin masyarakat, dalam memperoleh informasi sehat dan layak, serta ikut membantu pengaturan infrastruktur bidang penyiaran.

"Terutama transformasi dari TV analog ke digital yang akan bermigrasi ditahun depan," ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, saat menerima silaturahmi Ketua dan Komisioner KPID NTB, di ruang kerjanya, Rabu (8/9) diruang kerjanya.

Menurutnya, transformasi dari TV analog ke digital, harus benar-benar dikawal dan didorong sosialisasi transformasi digital televisi ini. Sehingga lembaga penyiaran dan masyarakat dapat memahaminya. "Literasi digital harus diperkuat," imbuhnya.

Terlebih, diera digitalisasi, lanjut dia, banyak konten-konten informasi yang melenceng. Jadi perannya harus betul-betul optimal menjaga dan mengawal informasi di daerah agar hak masyarakat mendapatkan informasi dari TV maupun radio, benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Ketua KPID NTB, Ajeng Rosalinda Motimori, S.Pt., mengatakan, pertemuan ini memiliki tujuan silaturahmi dan memperkenalkan diri, para komisioner baru, sekaligus untuk menyampaikan agenda dan program KPID, tahun 202I-2023.

Termasuk melaporkan beberapa agenda koordinasi dengan Dinas Kominfotik NTB, Balai Monitoring Frekuensi (Balmon) Kemenkominfo RI, di Mataram dan beberapa lembaga serta instansi di NTB. "Balmon merupakan mitra, yang perannya cukup strategis untuk mengatur frekuensi di NTB," katanya.

Tahun 2022 mendatang, rencananya akan dibuat Radio Komunitas di desa-desa, dengan nama, Radio Komunitas Desa Gemilang. Sebagai salah satu kanal menyampaikan capaian dan progres pembangunan daerah."Termasuk wahana edukasi memperkuat literasi digital di NTB," jelasnya.

Sedangkan program lain, seperti literasi digital, anugerah lembaga penyiaran lain, tetap dilakukan. Pihaknya berharap dukungan Pemerintah Provinsi NTB untuk sarana prasarana, guna mendukung dalam menghadapi lonjakan munculnya TV digital, pada saat tranformasi digital dari TV analog ke digital.


(DiskominfotikNTB/RIN)