Pengurus DPW PAN NTB Periode 2021-2025 Dilantik

Penyerahan bendera Pataka oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan kepada Ketua DPW PAN NTB, H. Muazzim Akbar, Senin (27/9).

 Dr. H. Zulkieflimansyah Sebut PAN dan PKS sangat Erat

POSTKOTANTB, Mataram- Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) NTB, H. Muazzim Akbar, beserta jajaran pengurus periode 2021-2025 telah resmi dilantik. Ketua berikut pengurus tersebut dilantik oleh Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, di Hotel Golden Palace, Kota Mataram, Senin (27/9). Hadir dalam acara tersebut, Sekjen DPP PAN, serta seluruh kader PAN NTB.

Acara pelantikan ini pun kian semarak dengan kehadiran Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sekaligus Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berserta jajarannya. Dalam sambutannya, Gubernur NTB mengaku, antara PKS dengan PAN memiliki hubungan yang sangat erat.

Pembacaan Naskah pelantikan para pengurus DPW PAN NTB oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.

Dalam kesempatan tersebut, Pria yang akrab disapa Doktor Zul ini berharap pada momentum politik Nasional 2024, PAN dan PKS dapat bersatu. "Mudah-mudahan 2024 nanti, PKS dan PAN itu bersatu dalam kontestasi politik Nasional," harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PAN, Zulkiefli Hasan mengungkapkan soal keinginan besarnya untuk merekatkan persatuan, diantara partai-partai Islam yang ada di Nusantara. Partai-partai Islam, menurutnya, tidak lagi terjebak dalam 'berhala' yang mengatasnamakan lembaga atau simbolitas partai. 

Gubernur NTB bersama Ketua Umum DPP PAN serta Ketua dan para pengurus DPW PAN NTB.

Tapi menurutnya harus bisa bersatu dalam sebuah perjuangan bersama mewujudkan peradaban nilai-nilai Islam.  "Nilai-nilai ini yang harus dijadikan sebagai sebuah perekat kita semua agar kita tidak mengalami kemunduran," ujar Zulhas dalam penyampaian sambutan.

Dalam kesempatan itu, diakui Zulhas, alasan partai PAN bergabung mendukung pemerintahan Jokowi-Makruf Amin, selain didasari oleh Capres dan Cawapres yang didukung oleh PAN saat Pilpres lalu, telah diangkat oleh Jokowi-Makruf Amin, sebagai menteri, juga dikarenakan pihaknya menjaga stabilitas keamanan politik dalam negeri.

"Inilah yang mendasari sehingga kami memutuskan untuk mengawal pemerintahan ini, dengan lebih menitikberatkan pada membangun diskusi untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi saat sekarang ini. Seperti soal pengangguran, pendidikan dan kesehatan. Jadi cara-cara seperti ini lebih produktif dibandingkan ketika kita berada diluar pemerintah," jelasnya.(RED/RIN)