Bupati Loteng Tak Kelihatan Saat Peresmian Sirkuit Mandalika



Lalu Wink Haris,  Pemprov Tak Tau di Untung dan Berterimakasih

LOTENG, (postkotantb.com) - Momen bersejarah dan menggembirakan di sirkuit Mandalika Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), harus tercoreng gegara Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng, khususnya Bupati Loteng HL. Fathul Bahri, selaku tuan rumah tempat dibangunnya sirkuit Mandalika, tidak kelihatan dalam simulasi percobaan sirkuit Mandalika, yang dilakukan presiden RI Joko Widodo kemarin.

Sedangkan sejumlah pejabat teras Pemprov, ikut mendampingi orang nomor satu di negara ini, terutama dalam menjajal sirkuit.

Atas hal tersebut, Presiden Kasta NTB Lalu Wink Harits mengaku, secara detail suksesnya gelaran peresmian sirkuit Mandalika kemarin, pihaknya tidak tahu. Namun karena sirkuit Mandalika ini ada di Loteng, tentunya keterlibatan Pemda, khususnya Bupati Loteng pasti ada.

Namun kondisi di lapangan sudah menjawab, terutama dalam menjajal sirkuit yang dilakukan Presiden RI, Bupati Loteng tidak kelihatan dan malah pejabat teras Pemprov banyak terlihat, ikut menjajal bersama pak presiden.

"Saya sangat sayangkan, Pemprov dan panitia tidak melibatkan Bupati Loteng, terutama dalam menjajal sirkuit Mandalika," katanya.

Tidak adanya beliau lanjut senior pergerakan yang dikenal rambutnya gondrong ini, apa susahnya di momen tertentu mengajak pak Bupati untuk sekedar ikut dalam kapasitas sebagai pimpinan daerah dimana sirkuit berada, supaya publik tidak menganggap Pemkab Loteng yang apatis.

Padahal kalau ada masalah yang muncul di lokasi yang dimintai pertanggungjawaban publik bukan Pemprov tapi semua jajaran pemerintahan sampai ke desa, sementara semua porsi yang berkaitan dengan kesuksesan tahapan rencana gelaran di sirkuit dikooptasi oleh beberapa elit provinsi saja.

"Jangan ketika ada masalah baru bicara peran koordinasi tapi ketika bicara keberhasilan jadi klaim pribadi," ungkapnya. 'Kita sadari politisi butuh panggung untuk eksistensi tapi kalau maunya nampil sendiri itu namanya tidak tahu diri," sambungnya.

Atas perlakuan tersebut, pihaknya berharap sebaiknya pak Bupati jangan ikut serta dalam semua masalah yang berkaitan dengan sirkuit ini toh nanti juga kalau sudah dianggap kondusif sul doang yang seolah klaim sendiri.

Dikatakan, bagian dari konsepsi yang harus diterima Pemkab Loteng dengan atau tanpa kontribusi keikutsertaan langsung dalam suksesi gelaran WSBK ini, percuma juga ikut serta berkeringat sementara klaim kesuksesan diklaim satu dua orang seolah itu bukan hasil kerja kolektif. Sehingga kesannya takut berbagi momen dengan orang lain. (AP).