Hery: Kami berharap, Kunjungan Presiden ke Bagu, Pemda Segera perbaiki jalan dan jembatan

Lombok Tengah (postkotantb.com)- Hery Che Uber salah seorang warga desa Bagu Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah (Loteng), mengkritik kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng, yang tidak mengakomodir permintaan masyarakat setempat memperbaiki jalan dan dua jembatan menuju ponpes Qomarul Huda NU Bagu Loteng.

Lebihnya lagi, jalan tersebut sering dilalui pejabat negara, dan besok tanggal 12 Nopember presiden mau berkunjung ke Bagu dan kondisi jalan dan rusaknya dua jembatan, adalah tamparan keras bagi orang nomor satu di Indonesia ini, yang dilakukan Pemda Loteng

"Kami berharap kedatangan orang nomor satu di Desa kami nantinya bisa mengetuk hati para pemangku kebijakan di Pemda, untuk memperbaiki jalan dan dua jembatan di desa Bagu," harapnya, Selasa (9/11).

Kenapa pihaknya ngotot agar jalan dan dua jembatan di Desa Bagu ini diutamakan untuk diperbaiki, sebab semua orang tahu, setiap pejabat tinggi negara datang ke NTB, wajib mereka datang Bersilaturrahmi ke Datok bagu.

Sehingga pihaknya selaku Masyarakat setempat sangat malu, ketika para pejabat level Nasional datang, sedangkan kondisi jalan dan parahnya dua jembatan, bisa jadi buah bibir para pejabat tersebut.

"Saya yakin para pemangku kebijakan tahu kalau pejabat tinggi negara, selalu datang ke Bagu untuk bersilaturahmi, mestinya mereka harus berfikir kondisi jalan ke Bagu yang sudah parah. Apalagi keberadaan dua jembatan yang sudah makan korban tidak pernah diperhatikan," tanyanya.

Dikatakan parahnya jalan dan dua jembatan tersebut, pihaknya sudah berulang kali meminta ke dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), untuk segera diperbaiki. Dan malah terakhir kemarin diawal tahun ini, pihaknya juga sempat menanyakan, namun tetap dijawab anggaran tidak ada dan bisa disiasati di tahun depan.

"Semoga besok saat datang rombongan bapak presiden kita, tidak ada keritikan," cetusnya.

Ditambahkan, untuk dua jembatan yakni jembatan Bawak Jurang dan Telabah Daye, sudah kurang lebih 40 orang yang jadi korban dan itupun sudah ia laporkan. Namun tetap jawabannya sama, anggaran tidak ada.

Oleh karenanya, kembali pihaknya katakan dengan kedatangan bapak presiden RI 12 November mendatang, hati Pemda terketuk untuk mau memperbaiki dan pihaknya juga berharap tidak ada keluhan para pejabat tinggi negara dan tidak ada korban. (AP)