Pertama di NTB, Club JFA Gandeng Pledge United Dibidang Sepakbola



Club Jontlak Football Academy (JFA) Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), salah satu club yang sukses, bekerjasama dengan Inspire sebuah yayasan yang bergerak di bidang sepakbola bekerjasama dalam menyelenggarakan program coaching clinic Pledge United di Lombok.

Ketua JFA sekaligus Sekretaris Askab PSSI Loteng Nurhamsi Kurniawan mengatakan, bersyukur atas kepercayaan Inspire , yang telah bersedia bekerjasama dengan club binaannya, yakni club JFA, dalam hal pengembangan dan membangkitkan semangat para pecinta sepakbola yang ada di Loteng, khususnya yang tergabung dalam club JFA.

"Alhamdulillah, kami telah dipercaya oleh salah satu badan, yang bergerak dibidang olahraga yakni Inspire dalam hal Olahraga sepakbola," katanya di lapangan Mandala Jontlak Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Loteng. Sabtu (28/11).

Terbentuknya kerjasama ini lanjutnya, berawal dari kesuksesan yang telah diraih club Joker FC Jontlak yang didirikan tahun 1986. Seiring perjalanan, tahun 2008, 2007 dan tahun 2018 sukses sebagai juara PSLT. Mengembangkan dan mempertahankan torehan prestasi yang telah diraih FC club, pihaknya membentuk JFA.

Dimana saat ini JFA memiliki keanggotaan 150 orang. "Alhamdulillah, berkat Istiqomah bersama pengurus Askab PSSI, khususnya rekan-rekan JFA, apa yang telah ia tekuni, memperoleh kepercayaan mengadakan program Pledge United,” ungkapnya.

Dijelaskan, sekitar tahun 90 Han, pihaknya diberikan Hak Guna Pakai (HGP), oleh pemerintah provinsi NTB, untuk mengelola lapangan Mandala Jontlak atau lapangan di utaranya gedung kantor DPRD Loteng.

Lapangan tersebut, itu dimanfaatkan sebagai tempat berlatih dan melatih para pemain yang tergabung dalam JFA Jontlak. Selain itu, JFA juga memiliki gedung atau ruang tersendiri yang ada di barat lapangan Mandala. 
Dimana gedung tersebut dijadikan tempat, pengenalan atau memberikan pelajaran tentang sepak bola. Sehingga setiap kali usai memberikan pembinaan, para pemain langsung diarahkan ke lapangan untuk berlatih, atau mempraktikkan apa yang sudah diberikan.

"Yang jelas, JFA memiliki gedung dan lapangan sendiri. Untuk pelajaran sepak bola, kadang kita berikan langsung di lapangan, kadang juga kita lakukan di kelas langsung praktik di lapangan," terangnya.

Banyaknya prestasi yang diukir, beberapa tahun lalu, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan lembaga Inspire. Dimana pihaknya mengirimkan 6 orang pelatih anggota JFA ke Bandung untuk mengikuti pelatihan. Dan kerjasama ini dilanjutkan dengan memperkenalkan program Pledge United di hari ini untuk para pemain JFA.

"Kita ada kerjasama dengan Inspire, dan lembaga inilah yang memperkenalkan JFA tentang program Pledge United, sehingga hari ini tim langsung turun memberikan pelatihan dan pembinaan," terangnya lagi

Sementara itu Irman Jauhari Dirtek JFA sekaligus wakil ketua umum PSSI Loteng mengatakan, adanya kerjasama ini bertujuan untuk membangkitkan semangat para pemain dan orang tua pemain. Sebab selama ini, orang tua para pemain sering kali menilai kalau sepakbola itu tak ada manfaatnya.

Oleh karenanya, pihaknya akan memberikan bukti kalau melalui komunitas olahraga sepakbola, memberikan andil yang besar bagi prestasi dan masa depan. 

Selanjutnya, sistem latihan yang diterapkan JFA, selama satu Minggu itu dilakukan latihan tiga kali, yakni hari Selasa, Jum'at sore dan Ahad pagi. 

Waktum PSSI Loteng ini menambahkan, untuk memperkukuh keberadaan JFA, setiap bulan sudah disepakati ada sumbangan yang berasal dari anggota dan itu tidak mengikat. "Ini adalah kesepakatan bersama yang sudah jalan 20 tahun lebih," cetusnya.

Sekretaris Yayasan Sepakbolaplus Indonesia (Inspire), Rina Gandwinatan mengatakan, “Kami didukung oleh Kedutaan  Belanda dan telah mengadakan pelatihan di 30 kabupaten / kota bersama 700 pelatih yang berdampak kepada lebih dari 18.000 remaja laki-laki”.

Sementara itu Jon Hamilton CEO Inspire (Ketua Yayasan) sekaligus pemegang lisensi UEFA A, mengatakan bahwa Kita melatih / bermain sepakbola untuk prestasi, tapi lebih dari itu sepakbola juga bisa dipakai untuk mengajarkan nilai2 positif, seperti apa yang Inspire kerjakan melalui program Pledge United, untuk membina anak2 remaja laki-laki lewat permainan sepakbola tentang bagaimana mereka berperan dalam menghentikan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. (AP)