Bang Zul; Tak Boleh ada yang tersakiti di tanah sendiri


Dari pertemuan Pak Gubernur NTB dengan pemilik lahan di sirkuit

LOTENG, (postkotantb.com)- Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, di salah satu hotel di Kuta Lombok Tengah (Loteng) kemarin bertemu dengan pemilik lahan di ingklap 9 yang belum dibebaskan.

Dalam pertemuan singkat tersebut, Pemprov siap membayar, demi kelancaran  pelaksanaan gelaran WSBK.

"Kami sengaja mengumpulkan para pemilik lahan yang belum dibebaskan oleh ITDC, untuk kita tanggulangi atau kita bayar. Sebab kami tak ingin mereka merugi di tanah sendiri, sehingga sebelum pelaksanaan WSBK semuanya tuntas," janjinya.

Sedangkan mekanisme pembayaran itu tanggung jawab pemprov, sebab pihak ITDC ngotot tidak mau membayar, sebab pihak ITDC memiliki alas hak yang kuat di BPN.

"Mekanisme pembayaran sudah kita pikirkan, dan kita punya bank NTB syariah mandiri," paparnya. "Konsekwensinya nanti kita pikirkan, yang penting gelaran WSBK ini lancar," sambungnya.

Sedangkan masalah harga, pihaknya tetap mengacu pada harga lahan yang sudah dibayar sebelumnya, yang dekat dengan lokasi yang belum dibayarkan. Mengingat adanya kabar kalau pemilik lahan di ingklap 9, harus beda harga dengan lahan yang sudah dibebaskan sebelumnya. Jika mereka masih saja ngotot tidak mau melepaskan lahan sesuai dengan harga lahan disampingnya yang sudah dibebaskan sebelumnya, pihaknya lepas tanggung jawab dan silahkan berurusan dengan pihak ITDC.

"Yang jelas pemprov ingin membantu, jika mereka tidak mau sesuai jumlah pembayaran yang sudah dibebaskan sebelumnya, kami angkat tangan dan masih banyak urusan daerah yang lain kita selesaikan," katanya.

Dikatakan, tanah di ingklap 9 seluas 1, 56. Sedangkan jika masih ada lahan diluar ingklap 9 belum dibayar, silahkan buat tim.

Sementara itu Juru bicara Pejuang Lahan ITDC M Samsul Qomar

mengapresiasi langkah gubernur NTB mengambil alih proses pembayaran dan penyelesaian lahan sirkuit yang masih menyisakan masalah.

Ada 21 bidang atau titik yang menurut kami memang belum di selesaikan oleh ITDC, untuk yang ingklap 9 titik alhamdulillah sudah clear dan akan di bayarkan menurut info tanggal 24 bulan ini, sementara untuk sisanya gubernur masih akan membentuk satgas khusus. 

"Kita tunggu progres dari pak gubernur karena 11 bidang sisa lahan ini sama posisinya dengan yang 9 tersebut .” Sebut mantan dewan 2 periode ini.

Hari ini lanjutnya, tim yang di diketuai TGH Fauzan Zakaria akan menyerahkan surat pengantar serta data data terkait 11 bidang yang oleh tim di sepakati sebagai lahan di dalam sirkuit yang belum di bayarkan.

“Kita minta waktu pak gub untuk menyerahkan data 11 bidang ini, soal selanjutnya pola yang akan di gunakan kami menunggu arahan dan informasi dari Pemprov,” katanya.

Mantan jurnalis ini juga menyebut bahwa, itikad baik pemprov yang malakukan take over terkait lahan bermasalah yang belum di selesaikan sangatlah berprikemanusiaan, dia menyebutkan, warga yang saat ini menuntut keadilan adalah korban dari oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, tim akan melakukan pertemuan dengan beberapa pihak yang berkaitan dengan soal tanah ini. 

“Kita juga akan bertemu Pihak pihak untuk mendukung data dan fakta soal tanah ini, karena ini murni soal keadilan dan kemanusiaan bayangkan amaq bengkoq bagaimana ia menuntut keadilan dia buta huruf dan tidak punya daya dan upaya,"ujarnya.

Sikap gubernur sebagai pemimpin sudah tepat dengan mengedepankan nilai nilai keadilan dan kemanusiaan , pihaknya berharap sebelum GP 2022 penyelesaian soal lahan di sirkuit ini sudah di selesaikan seluruhnya, bukan hanya 21 bidang di dalam sirkuit saja tapi seluruh masalah dan persoalan yg ada di kawasan KEK mandalika tanpa terkecuali. (AP)