Cerita Haru Sang Pelopor KEK dan Sirkuit Mandalika (2)


Bukit Maresek, Jadi Saksi Bisu Lahirnya Cinta dan Kemesraan Presiden untuk KEK Mandalika

Bukit Maresek adalah salah satu bukit cantik nan menawan, dari belasan bukit yang masuk di KEK Mandalika. Keindahan Bukit Maresek telah membuat kecintaan tersendiri bagi presiden dan permaisurinya, di bukit inilah jadi saksi bisu pertama lahirnya KEK Mandalika

SAPARUDDIN

LOMBOK TENGAH

EKSOTIS panorama dan keindahan pantai yang eksotis di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), begitu memukau. Apalagi ditambah keindahan alamnya yang menawan.

Keindahan pantai dan alam yang tersembunyi di balik semak semak belukar KEK Mandalika, seolah olah nampak ketika orang nomor satu di Republik ini, menapakkan kakinya naik keatas Bukit Maresek. Keindahan yang menawan yang tersembunyi dibalik semak semak belukar tersebut dan sejumlah bukit, seolah olah nampak dan memperlihatkan keindahannya, sembari berlambai lambai di tiup angin sepoi-sepoi.

Hal ini sontak membuat kecintaan sang Presiden tumbuh, apalagi sang permaisuri, ikut menyaksikan panorama indahnya pantai Selatan wilayah Lombok Tengah ini, dan permaisuri pun jatuh bangun kecintaannya atas rayuan keindahan pantai Kuta.

Rasa cinta dan kasmaran bapak presiden dan permaisurinya, kini telah menjadi kenyataan. Di pantai Kuta ini, kini telah berubah nama menjadi KEK Mandalika.

Pengambilan nama Mandalika saat itu, di sesuaikan dengan legenda sejarah dan kepercayaan masyarakat, khususnya Lombok Tengah dan umumnya NTB. Dimana di pantai selatan ini dipercaya dulu ada kerajaan yang memiliki seorang putri yang cantik, namanya Putri Mandalika.

Sejumlah pangeran dari berbagai kerajaan datang untuk melamarnya, namun sang putri tidak menginginkan terjadinya perpecahan, akibat pilihannya ke salah satu pangeran. 

Sehingga menceburkan diri ke laut, dan konon sang putri berubah menjadi Nyale atau cacing laut, yang setiap tahun diadakan acara gawe besar bau Nyale, dan sampai saat ini masih menjadi kepercayaan dan legenda bagi masyarakat Lombok Tengah.

Mantan Bupati Lombok Tengah sekaligus pelopor dibangunnya KEK Mandalika HM. Suhaili membenarkan, pada hari Jum'at 2015, di periode ke dua bapak Presiden.

Mendatangi KEK Mandalika, dan pertama ia tapaki adalah bukit Maresek. "Kendati suaranya kalah telak di NTB, tahun 2015 di periode ke dua, bapak presiden tak canggung canggung datang ke NTB, khususnya di KEK Mandalika dan pertama menapakkan kakinya di bukit Maresek Kuta. Di bukit inilah kecintaan pak presiden Joko Widodo kepincuk atas keindahan dan panorama yang eksotis yang dimiliki pantai Kuta, tahun 2015 adalah awal mulai dibangunnya Kawasan Kuta menjadi KEK Mandalika," tuturnya panjang.

Kedatangan beliau lanjutnya, ini sebagai bukti bahwa beliau adalah politisi ulung dan ingin berbuat untuk masyarakat. Sebab di NTB kala itu, beliau kalah telak namun itu tak menyurutkan niatnya membangun di kawasan pantai ujung selatan Lombok Tengah.

Dengan telah diresmikannya KEK Mandalika, ini adalah bentuk karunia Allah yang telah diberikan kepada masyarakat Lombok Tengah pada khususnya dan NTB pada umumnya. Sebab dengan adanya kawasan ini, nantinya akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan perekonomiannya menuju hidup yang lebih sejahtera.

"KEK Mandalika ini adalah anugerah yang haus kita syukuri dan mari kita jaga kelestariannya, sebab dengan adanya KEK Mandalika ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian," ungkapnya.

Karunia Allah lanjutnya, dikirimkan melalui hambanya, yakni bapak presiden Jokowi. "Yang terpenting saat ini, bagiamana caranya kita jaga manfaatnya," cetusnya.

Dijelaskan, menjaga kelestariannya tentunya semua pihak harus saling mengisi, tidak hanya harus dilimpahkan ke Pemda Lombok Tengah, namun semua masyarakat harus ikut membantu menjaganya, minimal bisa menjaga keamanan dan kebersihan serta kelestariannya. Jika tiga hal di atas bisa terlaksana, insyallah kedepan apa yang menjadi tujuan pemerintah membangunkan KEK Mandalika ini, pasti terwujud.

Diakuinya, prospek keberadaan KEK Mandalika ini, sudah tergambar kendati masih banyak yang belum di benahi, salah satu contoh masyarakat masih banyak yang belum bisa manfaatkan potensi ini.

Oleh karenanya pemerintah bersama ITDC, harus mempersiapkan tempat bagi masyarakat yang ingin mengambil manfaatnya. Misalnya saja pemerintah dan ITDC segera buatkan tempat khusus di luar kawasan untuk mereka berjualan, sebab pihaknya melihat hal tersebut belum dipikirkan oleh pemerintah dan ITDC. 

"Prospek ke depan sudah nyata dan menjanjikan, saya berharap Pemda dan ITDC harus mampu membaca potensi ini, biar manfaatnya segera dinikmati masyarakat, minimal Pemda dan ITDC bisa buatkan tempat mereka berjualan khusus, dan beberapa khas yang di miliki Lombok Tengah, bisa di pasarkan di tempat tempat yang disediakannya," tutupnya (bersambung)