Usai Perang Urat Syaraf, FKD dan LSM Gempar Saling Lapor


LOTENG, (postkotantb.com) -Usai melakukan aksi di Pemda Lombok Tengah (Loteng), Forum Kepala Desa (FKD) Loteng dan LSM Gerakan Masyarakat Peduli Anggaran (Gempar) NTB, berakhir saling lapor ke Polres Loteng.

Dimana FKD melakukan aksi demo di kantor Bupati Loteng, sedangkan Gempar NTB memusatkan demo di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Loteng. Rabu (8/12).

Dalam pengaduannya Ketua FKD Loteng  Susanto HP Armin berisikan Dengan ini saya mengadukan kepada Bapak Kapolres Lombok Tengah bahwa telah, adanya dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, provokatif terhadap kepala desa se Lombok Tengah melalui media sosial juga whatsapp grup yang berbunyi antara lain, "Ganyang kades nakal karena kades bukan raja kecil dan Menyatakan kades godek".

Adapun yang diduga pelaku dalam hal ini adalah LSM Gempar atas nama Hamzan Halilintar. Sehubungan dengan hal tersebut diatas.

saya memohon kepada bapak Kapolres Lombok Tengah untuk dapat dilakukan tindakan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku, atas perhatian saya ucapkan terima kasih. 

Sementara itu LSM Gempar NTB dalam laporannya ke polres Loteng berisikan.

Sekitar pukul 11.00 Wita kami sedang melakukan diskusi penyampaian pendapat di muka umum yang berlokasi di Kantor DPMD Loteng, dimana kami memperjuangkan Kepala Dusun Tanah Beak yang telah menang di PTUN agar bisa di angkat kembali sebagai Kepala Dusun

Dimana faktanya hingga saat Ini Kepala Dusun tersebut belum juga di angkat kembali sebagai Kepala Dusun. 

Dengan adanya hal itu kemudian kami dari LSM gempar Berorasi di depan kantor DPMD, namun orasi kami memperoleh perlawanan, dimana beberapa kepala desa yang tidak seharusnya berada di lokasi meneriakkan agar kami keluar dari dalam kantor DPMD, dimana teriakan kepala desa itu sangat tendensius bernada ancaman.

Adapun yang menggerakkan pihak Kepala Desa itu adalah ketua FKD atas nama Susanto Hadiputro Armin dan Kepala Desa yang berteriak berkata "keluar kamu Hamzan Halilintar”, saya cincang kamu disini” adalah Kepala Desa Jangob. Mutawali dan Kepala Desa Selebung BKU yang saya kenal dengan sebutan nama Agus Kusuma Merdeka. 

Karena jumlah mereka lebih dari 200 orang sehingga kami dari LSM Gempar yang sedang berdiskusi didalam Kantor DPMD tidak bisa keluar. Dan dengan adanya ancaman itu kami dari LSM merasa di zolimi dan di kekang hak hak kami untuk menyampaikan pendapat di muka umum dalam rangka mengalurkan aspirasi masyarakat. 

Demikian laporan pengaduan yang saya buat dengan sebenar- benarnya, saya memohon kepada Bapak Kapoires Loteng untuk menindak pelaku yang melakukan perbuatan tersebut kepada diri kami sesuai dengan hukum yang berlaku, untuk perhatianya saya ucapkan terimakasih. 

Usai memasukkan pengaduan ujaran kebencian ketua FKD Loteng Susanto Hadiputro Armin mengatakan, secara norma apa yang telah dilontarkan oleh oknum LSM, itu telah membuat kades merasa terhina dan lainnya.

Dimana ujaran kebencian tersebut di posting dalam sosial media baik di FB ataupun di WhatsApp.

"Jujur lontaran kebencian yang di muat oleh oknum LSM, itu telah membuat kami tak tenang dan masyarakat kami pun sangat marah. Sehingga kami berharap pengaduan yang sudah kami masukkan harus diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya di halaman Polres setempat.

Sementara itu sekretaris FKD Kecamatan Batukliang sekaligus kades Barebali Lalu Ali Junaidi mengaku postingan yang dimuat oleh oknum LSM tersebut, seolah olah kades di Loteng sedang di Kampanyekan orang orang nakal. Selain itu bahasa kata ganyang, itu seolah olah kades adalah PKI. Kenapa pihaknya mengatakan demikian, sebab kata ganyang itu pantas diucapkan kepada para PKI. 

"Kami sangat sayangkan bahasa itu kok bisa keluar dari oknum LSM tersebut. Padahal dengan oknum ini kami selalu bersinergi terutama dalam membangun desa dan bahkan kami sudah membantunya," ungkapnya.

Senada juga dikatakan kades Batujai Kecamatan Praya Barat Loteng Alwan Wijaya, semua kades sangat membutuhkan suport dari kawan kawan LSM. Sebab melaksanakan tugas dalam membangun desa, peran LSM sangat membantu, termasuk di Desa Batujai. 

"Pemikiran dan bantuan rekan rekan LSM sangat kami butuhkan, dan selama ini kami membangun selalu kita bersinergi," katanya.

Persoalan apa yang dituduhkan oknum LSM, pihaknya bersama rekan rekan kades tidak menerima, sehingga pihaknya bersama ketua FKD melayangkan pengaduan ke polres.

Terpisah ketua LSM Gempar NTB Hamzan Halilintar tidak menafikan kalau tulisan yang menyebutkan Ganyang kades nakal karena kades bukan raja kecil itu benar.

Tapi untuk tulisan kades godek, pihaknya tidak akui sebab tidak pernah menulis dengan ungkapan yang dituduhkan.

"Kalau pengaduan pertama saya akui, tapi kalau bahasa kasar godek saya tidak tahu," tegasnya. (AP)