Sindikat Penyelundupan TKI Akhirnya Terciduk di Hutan Suranadi

BRIEFING: Kepala Kanwil Kumham NTB, Haris Sukamto, memberikan arahan kepada jajaran Kantor Imigrasi Kota Mataram untuk penyempurnaan Film The Smuggler, Jumat (07/01/2022).

 Mataram (postkotantb.com)- Edi Berjalan  di hutan dengan tertatih-tatih. Wajah si Edi yang terkenal lihai dalam aksi penyelundupan TKI, tampak sangat lelah dan panik sekaligus ketakutan, saat berusaha lari dari kejaran aparat Imigrasi Kota Mataram.

Selama berlari di dalam kawasan Hutan, si penyelundup ini berkali-kali terpeleset dan jatuh. Dengan sisa tenaganya, Edi tetap berusaha untuk kabur. Di tengah pelariannya, terdengar jelas suara tembakan di udara sembari memperingati Edi untuk segera angkat tangan.

Posisinya pun sudah terkunci lampu sorot petugas. Akhirnya, Edi dengan perlahan mengangkat kedua tangan sebagai pertanda ia menyerah. Aksi Sang penyelundup manusia yang profesional ini kandas di tengah Hutan Suranadi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Begitulah adegan pembuka dari Film Pendek yang akan segera dirilis Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kumham) NTB, berjudul "The Smuggler". Film ini dikemas dengan waktu yang relatif singkat, dibanding Film yang dirilis Kumham NTB tahun 2021 lalu yang berjudul "Getah Narkoba" dengan durasi waktu, 17 menit.

"Film ini kami persiapkan dengan durasi hanya sekitar 12 menit," ungkap Kepala Kanwil Kumham NTB, Haris Sukamto, usai Breafing persiapan film "The Smuggler" bersama Imigrasi Kota Mataram, Jumat (07/01/2022).

Haris menyebut, pihaknya sengaja menetapkan Hutan Suranadi sebagai lokasi syuting, disebabkan suasana hutan yang utuh dan asri. Selain hutan, pihaknya juga memilih destinasi wisata Teluk Nare dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

"Saya setuju Teluk Nare jadi lokasi syuting. Karena di dekat lokasi itu banyak Gili (Pulau, red) Kecil. Termasuk adegan di dalam ruangan saya mau semuanya dikemas dengan perfek," ujarnya.

Ia mengaku, film berjudul Getah Narkoba memperoleh antusiasme serta apresiasi, sehingga, kementerian pusat, kembali meminta agar dibuatkan film, khusus yang menonjolkan tugas keimigrasian. Sebab selama ini, lanjut Haris, bidang keimigrasian lebih menonjolkan fungsi pelayanan dibanding penegakan hukum.

Padahal kantor imigrasi di luar negeri, lebih dulu tegas menegakan hukum dibanding pelayanan. Karenanya, film "The Smuggler" sengaja dirilis dengan tujuan mengembalikan ruh fungsi dari tersebut. "Batas waktu penyelesaian syuting tanggal 21 Januari 2022. Jadi Sabtu (besok, red) kami terlebih dahulu ke Hutan Suranadi untuk penyesuaian," tutupnya.(RIN)