![]() |
| PEMUDA: saat kegiatan gotong royong bersama bersihkan Bandar Udara Internasional Lombok, Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), jumlah personel yang menjadi peserta, didominasi oleh para pemuda. |
Mataram (postkotantb.com)- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, menilai, animo masyarakat, terutama para pemuda di Pulau Lombok, NTB, terhadap gerakan pelestarian lingkungan, kian meningkat.
Hal tersebut dapat dilihat dari keterlibatan masyarakat pada kegiatan gotong royong bersama bersihkan Bandar Udara Internasional Lombok, Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi NTB, Lombok Tengah, bersama PT Angkasa Pura I Bandara Lombok, Sabtu pekan lalu.
"Terutama dari kelompok pemuda dan Mahasiswa," ujar Kepala DLHK NTB, melalui Kepala Bidang Oengelolaan Sampah, Firmansyah, diruangannya, Senin (06/06/2022).
Diketahui bahwa sebanyak 200 peserta dilibatkan di dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, para peserta yang hadir di dominasi oleh para pemuda dari berbagai organisasi. Seperti Organisasi Karang Taruna, kelompok mahasiswa, dan para peserta Latsitarda.
Tidak hanya kegiatan di bandara tersebut. Sebelumnya, kata dia, sejumlah program kelestarian lingkungan terlaksana dan inisiatornya adalah anak muda. Semisal kegiatan pelatihan pemetaan sampah laut.
"Ini membuktikan, bahwa sudah muncul kesadaran kolektif. Kalau hanya pemerintah daerah saja, mungkin dianggap ini keinginan pemeritah daerah. Tapi kalau dibarengi dengan kesadaran pemuda, resonansinya akan lebih kuat. Dan juga mereka mulai sadar bahwa lingkungan kita sedang dalam kondisi tidak baik," imbuhnya.
Di sisi lain, tumbuhnya Kesadaran terhadap lingkungan di kalangan pemuda, memberikan dampak positif. Terlebih lagi ketika pemuda memahami bahwa sampah dapat dikelola sejak dari sumbernya. Maka kedepannya, para pemuda akan berada di garda terdepan untuk menuntaskan persoalan sampah.
"Apalagi kalau mereka menjadi pemimpin, mereka bisa fokus kepada hal-hal yang seperti itu," imbuhnya.
Sebaliknya pemerintah juga tidak berhenti berupaya bagaimana menanamkan prinsip kelestarian alam terhadap anak yang masih berusia dini. Karenanya, DLHK NTB memasukan program NTB Hijau dan Zerowaste di dalam program Sabtu Budaya yang diprakarsai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB.
"Lingkungan itu anugrah Allah SWT yang harus kita jaga bersama-sama. Setiap orang mempunyai tanggung jawab yang sama terhadap lingkungan. Karena kita hanya punya satu NTB untuk kita tempati. Kalau rusak lingkungan kita, maka akan rusak semuanya. Tidak ada yang bisa kita tempati lagi," pesannya.
"Untuk para pemuda, kenali di sekelilingnya. lakukan apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan. Bukan hanya dengan suara, akan tetapi prilaku dan perbuatan," tutupnya. (RIN)


0Komentar