Loteng, (postkotantb.com) - Meraih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah dambaan setiap instansi, sehingga berbagi usaha dan do'a dilakukan, guna meraih apa yang di harapkan.
Sama halnya dengan Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Praya Lombok Tengah, berbagai program dilahirkan, mulai dari program penataan lingkungan, peningkatan pelayanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pengelolaan administrasi dan yang lainnya, hal tersebut dilakukan guna mengejar WBK.
"Semua usaha sudah kita lakukan, mulai dari peningkatan pelayanan bagi WBP, dan yang lainnya, persoalan hasil kita serahkan ke sang Khaliq, sebab kita hanya dituntut berikhtiar dan berdo'a, tapi yang jelas kami sangat optimis kalau WBK tahun ini bisa kita raih," ujar Kepala rutan kelas IIB Praya Jumasih, Jum'at (10/6).
Sementara itu dalam pemberitaan sebelumnya Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, Romi Yudianto mengatakan penilaian dan pemberian penghargaan Pembangunan Zona Integritas tahun ini pengusulan Satuan Kerja berpredikat WBK/WBBM dibatasi oleh kouta. Kementerian Hukum dan HAM mendapat kuota 25 Satuan Kerja. Sehingga hal ini sangat diperebutkan oleh Kanwil Kemenkumham di seluruh Indonesia.
Kakanwil kembali mengingatkan bahwa hasil evaluasi ini bukan satu-satunya tujuan akhir.
Ahmad Rifai, selaku Inspektur Wilayah II menyampaikan bahwa setiap Satker harus benar-benar memahami tentang Pembangunan Zona Integritas. Rifai juga menegaskan bahwa Pembangunan Zona Integritas adalah sebuah proses tanpa henti. Proses yang berkelanjutan dengan tujuan utama menciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
"Mudah-mudahan hasil evaluasi ini akan memperkuat semangat kita menuju WBK dan WBBM, dan untuk UPT yang belum lolos ke WBK, jangan patah semangat karena untuk meraih sesuatu itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi dilakukan secara serius dan berkelanjutan”, tutupnya. (Ap)


0Komentar