Loteng, (postkotantb.com) - Terhitung bulan November 2023 mendatang, Honorer di seluruh instansi dipastikan sudah di hapus atau di rumahkan, termasuk di dinas Pendidikan (Disdik) Lombok Tengah (Loteng).

Kepala disdik Loteng HL. Idham Khalid membenarkan, kalau tenaga honorer di bulan November 2023 mendatang sudah tidak ada.

"Ia dik, bulan November 2023 mendatang, honorer sudah tidak ada," Katanya di ruang kerjanya, Selasa (7/6)

Atas hal tersebut, pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemangku kebijakan dari pembina kepegawaian dalam hal ini, bapak bupati dan wakil bupati.

Setelah ada jawaban dari pembina kepegawaian, barulah pihaknya akan melakukan pemetaan, artinya pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pendataan, terutama di sejumlah sekolah se Loteng.

"Kalau sudah ada kebijakan dari pembina kepegawaian, barulah kita akan lakukan pendataan di sejumlah sekolah se Loteng, mana yang masih membutuhkan tenaga pengajar, dan selanjutnya itu akan di siasati proses selanjutnya," ungkapnya.

Sekolah sekolah yang membutuhkan, dan guru honorer sudah memenuhi persyaratan, itu nantinya akan diusulkan untuk bisa ikut dalam tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Diakuinya, di sejumlah sekolah Dasar, ada ditemukan memiliki guru kelas ASN hanya 2 orang, sedangkan guru kelas lainnya di isi oleh honorer. Hal ini tentunya menjadi beban untuk dicarikan solusi, minimal dengan cara di usulkan untuk bisa dapat ikut tes PPPK.

Ditambahkannya, saat ini jumlah guru Honorer khususnya di Pendidikan ada 3680, sedangkan yang sudah lulus PPPK 1880, sehingga sisa guru honorer saat ini sebanyak 1800. "Semua guru honorer tersebut, tersebar di TK, SD dan SMP," terangnya.

Selain pendidik, tenaga honorer do dinas Pendidikan sendiri sebanyak 26 orang. Dari semua jumlah guru honorer dan pegawai honorer di dinas, ini kita akan laporkan ke bupati ataupun wakil bupati selaku  pembina kepegawaian, apa kebijakan yang akan diambil selanjutnya.

"Kita akan tunggu kebijakan dari bapak bupati dan wakil bupati, sebab guru dan pegawai honorer ini, telah banyak membantu pemerintah," ujarnya.

Ditanya apakah akan ada tali asih bagi guru honorer ataupun pegawai yang akan dirumahkan, mantan Inspektur inspektorat Loteng ini mengaku, sebagai bentuk balas jasa atas jasa jasanya, pihaknya memastikan pasti ada, hanya saja pihaknya belum bisa menentukan jenisnya.

"Jika Dirumahkan, pasti tali asih itu ada, hanya saja kita belum bisa tentukan apa jenis tali asih tersebut," Tutupnya. (Ap).