FOTO: RIN

 Lobar (postkotantb.com)-Dalam rangka mengurangi beban tumpukan sampah yang ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), kini menghadirkan solusi gemilang.

Yaitu, bagaimana mengupayakan sampah menjadi barang yang tidak lagi dibuang. Akan tetapi diubah menjadi barang yang bermanfaat.

Diwawancarai, Rabu (15/06/2022), Kepala DLHK NTB, Julmansyah, melalui Kepala TPA Regional Kebon Kongok, Ida Bagus Gede Sutawijaya, mengatakan, pemerintah telah merubah konsep membuang sampah, melalui konsep mengelola sampah secara tuntas.

"Jadi mulai 1 Juli 2022 ini, kami akan memilah dua jenis sampah dalam jumlah besar. Yakni sampah organik dan nonorganik," ujar Gusde, sapaan akrab pria ini.

Dijelaskan bahwa sampah organik, akan dikonversi menjadi bahan bakar sampah kering dan diproduksi dalam bentuk cacahan.

Setelahnya, lanjut Gusde, sampah tersebut nantinya akan dicampur dengan batu bara. Dengan kalkulasi dari proses pengelolaan sampah basah menjadi sampah kering, tingkat penyusutannya sekitar 60 persen.

"Bahan bakar sampah kering akan mengisi kebutuhan PLTU Jeranjang dengan kebutuhan, 15 ton perhari. Sedangkan kita sementara ini hanya sekitar 0,2 ton bisa mengisi kebutuhan PLTU Jerangjang. Jadi masih banyak  potensi yang bisa kita dapatkan dan kita ke depan akan bekerja sama dengan PKTU Jeranjang," imbuhnya.

Selain itu, kata Gusde, sampah organik juga dapat diolah menjadi hal yang bermanfaat untuk sektor pertanian. Yakni dikonversi menjadi pupuk kompos.

Berkaitan dengan hal tersebut, TPA Regional Kebon Kongok telah menjalin kerja sama dengan beberapa bank sampah yang memproduksi pupuk kompos berskala besar. "Sekarang ini kami sedang menjajaki dengan bank sampah yang lebih mandiri," cetusnya.

Tidak hanya sebagai kompos. Ditambahkan Gusde, TPA Regional Kebon Kongok juga akan memanfaatkan sampah organik yang lunak, menjadi bahan untuk Maggot, sebagai bahan pakan ternak dan ikan. Sedangkan residu dari pengolahan sampah organik dapat dijadikan pupuk padat dan cair.

"Harapannya ke depan, sampah dari Lobar dan Kota Mataram yang masuk ke TPA sudah benar-benar terpilah. Jadi jangan sampai dibilang terpilah, tapi sampai di sini malah masih nyampur," harapnya.(RIN)