Lobar (postkotantb.com)- Sebanyak dua santri Boarding School Mualimin Muhammadiyah, Lombok Barat (Lobar) akhirnya dinyatakan lulus uji publik dengan hasil yang memuaskan. Kedua santri tersebut yaitu Ikbal Hafiz dan Muklas Asidik
Uji publik yang terselenggara, Minggu (23/10/2022) di Masjid pondok pesantren (Ponpes) ini, berlangsung dari Pukul 06.30 WITA sampai dengan pukul 07.00 WITA. Kedua santri itu menghadapi pertanyaan yang cukup sulit dari dua pengujinya.
"Jumlahnya sekitar 42 pertanyaan, tentang isi hadits Arbaîn An Nawawi Karangan Imam An-Nawawi," ungkap Pimpinan Boarding Boarding School Mualimin Muhammadiyah, Dr. Zaenudin, M. Ag., yang juga bertindak selaku penguji di uji publik tersebut.
Pertanyaan pun disampaikan secara acak oleh dua penguji. Mulai dari sanad, mattan, rawi. Bahkan makna hadits pun tidak luput dari materi para penguji profesional tersebut. Namun, semua pertanyaan, dijawab habis kedua santri itu.
Keduanya pun menerima apresiasi dari para penguji serta diganjar hadiah, sebagai reward atas kesuksesannya lolos dari ujian. "Alhamdulillah, ternyata mereka menghafal semua isi hadits Arbaîn An Nawawi," ucap Zaenudin denga tersenyum bangga.
Dijelaskan pria ini, bahwa tujuan uji publik semata-mata untuk memenuhi target visi Boarding School Mualimin Muhammadiyah, yaitu terbentuknya kaderisasi ulama pemimpin umat. Adapun beberapa ranah yang menjadi brand ponpes tersebut. Pertama, Tahfidz Al Quran.
Menurut dia, calon ulama tidak boleh ada yang lemah hafalan Al Quran. Selain itu, hafalan tersebut wajib dibarengi dengan hafalan berbagai hadits. Sebab fungsi hadits adalah untuk memperjelas isi dari kitab suci itu.
"Dan Alhamdulillah anak-anak kita sudah ada yang 5 Juz dan ada juga yang sudah 7 Juz," bebernya.
Kedua, selain soal hafalan, pihaknya juga mengajarkan para santrinya mahir berbahasa arab. Lalu ketiga, lanjut Zainuddin, santri di ponpes ini juga diajarkan cara untuk membaca kitab kuno tanpa baris (Gundul) atau biasa disebut kitab kuning.
"Di sini kami juga ajarkan bagaimana membaca kita kuning dengan dasar-dasar, Nahwu Shorof. Ke depan, sebagai calon ulama, santri kami dapat memahami isi kitab gundul. Terakhir tentang ke Muhammadiyahan," jelasnya.
Uji publik ini dilaksanakan di pertengahan bulan, tepatnya sekali dalam dua pekan. Setiap akhir bulan, pihaknya juga akan menggelar kembali uji publik khusus untuk Tahfidz Al Quran.
"Uji publik sebagai bagian dari upaya pondok untuk lebih mensupport dan menyemangati santri agar senantiasa rajin belajar dan menghafal. Disamping mendorong memahami agama lebih dalam," tutupnya.(RIN)


0Komentar