Dok RIN.

Supardi Klaim Peran UMKM di Event Kelas Dunia Masih Minim



Latar belakang sebagai pengusaha, memantik rasa keprihatinan Supardi Kalam terhadap kondisi UMKM di NTB. Ini juga menjadi dasar bagi dirinya, maju di jalur politik



Syafrin Salam
Lombok Barat



Bang Supardi, begitulah sapaan akrab pria bertubuh tegap tampan ini. Kesuksesan dalam dunia usaha, tidak membuat dirinya jumawa. Malah masyarakat di kediamannya di Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, mengenalnya sebagai figure yang sederhana dan murah senyum.

Hal ini diperkuat dengan kondisi rumah pribadinya yang cukup sederhana. Hiasan berugak (sekepat) tanpa atap, yang ditempatkan di sisi belakang garasi, menjadi simbol kesederhanaan Bang Supardi. Ketika ditemui media belum lama ini, Bang Supardi membuka  pemahamannya tentang konsep menata ekonomi daerah.

Menurutnya, menata ekonomi itu dimulai dari partikel kecil, tapi dapat memberikan dampak yang dirasakan langsung ke masyarakat. Salah satunya Home Industri. Kendati demikian, dirinya juga banyak curhat soal uneg-unegnya mengenai kondisi UMKM di NTB.

Menurutnya dia, selama pelaksanaan event nasional dan internasional belum memberikan hasil yang memuaskan terhadap peningkatan ekonomi lokal. Terlebih lagi, keterlibatan UMKM pada event tersebut, tergolong masih minim.

"Coba kita tinjau keterlibatan UMKM di beberapa event, MXGP misalnya. Kan masih banyak usaha kecil yang tidak dilibatkan secara langsung di areal sekitar sirkuit," keluh Supardi yang saat itu, baru saja menyelesaikan ibadah salat magrib.

Contoh lainnya pedagang bakulan. Kata Supardi, meski berada jauh dari area sirkuit, pedagang ini hanya bisa berharap  cemas, mudah-mudahan dagangan yang di jajal laku dengan banyaknya penonton yang mendatangi sirkuit. Padahal, pedagang yang mendapat stand di area sirkuit, produk jualanya belum tentu laris manis.

"Inilah yang saya sendiri sebut, tidak fair. Seharus nya Multiplier efect yang diidam-idamkan masyarakat NTB, dapat merata. Rillnya ya seperti itu, pedagang bakulan kondisinya masih belum berubah," ketusnya.

"Kalau pun diadakan di dalam hotel, makanannya tidak disuplay dari para pelaku home industri. Kebanyakan mereka membuat sendiri. Masing-masing hotel ini punya koki," sindirnya.

Asbab inilah yang mendorong Bang Supardi memilih jalur politik dan ikut berkompetisi sebagai bakal calon legislatif melalui Partai Umat, demi meraih kursi di Kantor Udayana. Ia menilai, disamping memiliki ruang yang lebih luas lagi di pemerintahan daerah, dirinya dapat berbuat banyak untuk masyarakat.

Selain itu, niat tulusnya ini juga mendapat doa restu dukungan penuh dari saudara serta keluarga besarnya. Ia pun sudah menyiapkan konsep-konsep khusus yang lahir dari keprihatinannya di sektor UMKM

"Saya nggak mau banyak umbar janji manis. Bagi saya kerja nyata dengan cara yang terstruktur, jadi modal utama untuk berjuang demi kesejahteraan masyarakat. Jadi bismillah, saya maju," tandasnya.