![]() |
| Amir Armaen Putra. (Dok RIN) |
Lombok Barat (postkotantb.com)- Dukungan politik terhadap salah satu Bakal Calon Bupati Lombok Barat, di acara Halal Bihalal Asosiasi Kepala Desa (AKAD), Minggu lalu, menuai kritikan pedas dari Kepala Desa Bagik Polak, Amir Armaen Putra.
Ditemui dikediamannya, Desa Bagek Polak, Kecamatan Labuapi, Senin (22/05) malam, Amir mengaku sanksi. Pasalnya, dukungan tersebut muncul, tanpa melalui musyawarah daerah (Musda) di tahun sebelumnya.
"Itu sangat tidak etis, dukungan muncul sekarang. Bisa-bisa saja kalau memang ada dukungan ke arah politik, tapi diputuskan dulu melalui musda. Bukan rapat biasa. Saya menduga ada segelintir orang yang memang punya kepentingan politik, tapi mengatasnamakan AKAD," singgungnya.
Dia menegaskan, AKAD merupakan organisasi untuk silaturahmi para kepala desa, bukan lembaga politik. Dukungan yang disampaikan di acara halal bihalal terkesan tendensius dan memunculkan dugaan adanya intervensi pihak lain yang dengan sengaja, menunggangi AKAD.
"Punya kompetensi nggak narasumber yang berbicara. Itu kan 'overlap'. Walaupun dia selaku Wakil Ketua AKAD, tapi dia kan ketua panitia saat itu. Silahkan bicara soal sukses tidaknya acara halal bihalal. Bukan malah bicara soal politik," Tegasnya.
Terlebih lagi, kata Amir, dukungan mengarah ke bakal calon yang notabene masih diragukan. Tentu butuh pertimbangan yang matang dari seluruh anggota AKAD Lombok Barat.
"Benar memang membangun, tapi merangkak. Jadi pemimpin itu harus gerak cepat, karena berkompetisi dengan daerah-daerah lain di NTB. Artinya, tidak memiliki kesungguhan dan komitmen yang kuat untuk perubahan Lombok Barat. Terutama pihak yang memimpin saat ini, daerah kita jalan di tempat," ketusnya.
"Jadi pemimpin, komitmennya harus kuat. Malam berfikir, siang bergerak. Tapi yang saat ini, pas mendekati akhir jabatan, malah semakin malas untuk bergerak. Apalagi mau duduk di kursi Senayan, ini kita berbicara kapasitas yang lebih luas lagi," timpalnya.
Di sisi lain, Amir pun menyoal wacana mengusung Ketua AKAD Lombok Barat untuk maju sebagai bakal calon. Secara pribadi dia beranggapan, calon yang akan didorong untuk maju, harus memiliki lima kriteria sebagai pemimpin.
Yaitu Manajerial kepemerintahan, Intelektualitas, pandai berkomunikasi dan punya cos politik. Dari keempat bakal calon bupati yang disebut jauh hari sebelumnya, beberapa diantaranya tidak memenuhi kriteria sebagai pemimpin daerah.
"Hati-hati mengatasnamakan AKAD. Sekali lagi saya ingatkan, AKAD ini lembaga untuk silaturahmi dan tempat curhat serta diskusi para kepala desa. Begitu ada kepentingan politik, akan ada perpecahan diantara kepala desa. Kalau ada kepentingan, lalu mengatasnamakan AKAD, aduh sangat naif itu," tandasnya.(RIN)


0Komentar