Lombok Barat (postkotantb.com) - Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama UNICEF dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menggelar pelatihan Orientasi Pendekatan Human Cenetred Design (HCD) di Hotel Montana Senggigi, Kecamatan Batulayar pada Rabu (24/5/2024).

Pelatihan dibuka Kadikes NTB, Lalu Hamzi Fikri. Pelatihan ini merupakan pelatihan tingkat kabupaten dan puskesmas.

''Pendekatan HCD merujuk strategis komunikasi yang digunakan untuk meningkatkan demand creation on imunisation pada anak,'' kata Hamzi Fikri.

Pengurus Daerah (Pengda) IAKMI NTB, H Mohammad Abdullah mengatakan, kegiatan ini adalah kolaborasi antara UNICEF dengan IAKMI Indonesia Pengda NTB yang bertujuan meningkatkan kapasitas para petugas puskesmas. Terutama untuk menggali faktor-faktor yang menjadi penyebab orang-orang enggan membawa anaknya untuk imunisasi.


"HCD merupakan salah satu pendekatan yang dapat dipakai untuk peningkatan kegiatan imunisasi rutin. Proses HCD dapat membantu mengetahui kebutuhan kelompok sasaran dan juga membantu menentukan aktivitas yang tepat untuk pencarian data, analisis data serta menciptakan solusi," terangnya.

Proses HCD, katanya, tidak hanya dipakai untuk peningkatan pelayanan imunisasi, tapi juga dapat dipakai untuk peningkatan program lainnya, seperti stunting, sanitasi dan lain-lain.

"Melalui kegiatan ini nantinya diharapkan para petugas puskesmas ini bisa menggali penyebab sehingga nanti bisa membuat program edukasi untuk intervensi supaya merubah pola pikir masyarakat sehingga mereka mau menerima imunisasi," terangnya.

Dikatakannya, pelatihan ini diikuti oleh 36 peserta dari 4 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa selama tiga hari.

Adapun hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah peserta dapat mempraktekkan dan menerapkan metode HCD di tingkat kabupaten/kota masing-masing untuk peningkatan cakupan imunisasi.

Sementara itu, Promotor Kesehatan dan Ilmu Prilaku pada Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Deasy Mariyani, yang hadir sebagai salah satu pemateri kegiatan ini mengatakan, tujuan pelatihan HCD adalah untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang handal yang mampu melaksanakan serta menginplementasikan pendekatan di masyarakat untuk meningkatkan cakupan imunisasi.

''Cakupan imunisasi ini bisa kita tingkatkan apabila tenaga kesehatan mampu mengidentifikasi hambatan-hambatan yang terjadi di masyarakat terkait pelayanan imunisasi,'' katanya.

Sebagai pemateri, Deasy berharap semua peserta pelatihan ini bisa menerima materi dengan baik.

''Di mana teman-teman Nakes ini yang akan melanjutkan kegiatan ini ke tingkat puskesmas maupun di posyandu keluarga. Jadi di posyandu keluarga tersebut tidak hanya memberikan imunisasi saja melainkan ada edukasi dan informasi yang diberikan terhadap sasaran," ungkapnya.


Menurutnya, dari hasil diskusi pembelajaran tiga hari pada pelatihan HCD ini bahwa memang faktor yang mempengaruhi terhadap peningkatan cakupan imunisasi ini ialah informasi terkait imunisasi itu sendiri. Maka edukasi di posyandu keluarga harus lebih ditingkatkan lagi terkait imunisasi sehingga paradigma atau pendapat-pendapat tentang berita hoaks terkait imunisasi itu bisa di minimalisir," tutupnya. (Wan)